RADAR JOGJA - Budaya Jawa memiliki ragam filosofis dan makna yang unik seperti dalam penyebutan angka.
Misalnya saja angka 11, 21, 25, 50 dan 60 yang mempunyai penyebutan atau pelafalan berbeda dibandingkan angka lainnya.
Penyebutan ini didasarkan pada makna filosofis dari setiap fase dalam alur kehidupan manusia.
Masyarakat Jawa berkeyakinan bahwa setiap peningkatan usia merupakan babak yang penting dengan dilambangkan pada penyebutan angka.
Mengutip jurnal Etnomatematika dalam Budaya Masyarakat Yogyakarta, berikut filosofi penyebutan angka 11, 21, 25, 50, dan 60.
11 sebelas dalam bahasa jawa angka ini disebut sewelas, kata sewelas itu merupakan singkatan dari seng akeh welase. Kalau dalam bahasa indonesia berarti yang banyak disayang.
21 dua puluh satu dalam bahasa jawa disebut selikur, kata selikur merupakan singkatan dari seneng lingguh kursi. Dalam bahasa indonesia memiliki arti suka duduk dikursi.
25 dua puluh lima dalam bahasa jawa disebut selawe, kata selawe adalah singkatan dari seneng lanang wedok. Yang berarti suka laki-laki perempuan.
50 lima puluh dalam bahasa jawa disebut seket, adalah singkatan dari seneng kethunan. Atau dalam bahasa indonesia suka memakai peci.
60 enam puluh dalam bahasa jawa disebut sewidak.
Kata sewidak adalah singkatan dari sejatine wes wayahe tindak. Yang dalam bahasa indonesia memiliki arti sudah waktunya pergi.
Itulah makna filosofi penyebutan angka dalam bahasa jawa sewelas, selikur, selawe, seket, dan sewidak. (Aqi Vaala)
Editor : Meitika Candra Lantiva