RADAR JOGJA - Perayaan Natal selalu identik dengan tokoh-tokoh yang membawa kebahagiaan, salah satunya adalah Sinterklas dan Santa Claus.
Meski sering kali dianggap sama, kedua tokoh ini memiliki perbedaan menarik dari segi tradisi, asal-usul, penampilan, hingga cara mereka membagikan hadiah.
Berikut penjelasan mendalam mengenai perbedaan keduanya.
1. Waktu Pemberian Hadiah
Salah satu perbedaan paling mencolok antara Sinterklas dan Santa Claus adalah waktu pemberian hadiah.
Sinterklas, yang dirayakan di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya, memberikan hadiah pada malam tanggal 5 Desember.
Pada malam ini, anak-anak menyiapkan sepatu mereka di dekat perapian atau jendela dengan harapan Sinterklas akan meninggalkan hadiah di dalamnya.
Tradisi ini dimulai lebih awal dengan parade Sinterklas yang biasanya diadakan pada pertengahan November.
Sebaliknya, Santa Claus melakukan perjalanan pada malam 24 Desember, menjelang Hari Natal.
Ia berkeliling dari atap ke atap, turun melalui cerobong asap untuk memberikan hadiah kepada anak-anak yang telah berperilaku baik sepanjang tahun.
Momen ini menjadi simbol harapan dan kegembiraan bagi anak-anak di seluruh dunia.
Baca Juga: Gunung Raung Erupsi! Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter, Masyarakat Diminta Waspada
2. Asal Cerita
Dari segi asal-usul, Sinterklas dianggap sebagai representasi dari Santo Nikolas, seorang uskup yang dihormati sejak Abad Pertengahan.
Ia dikenal karena kebaikannya terhadap anak-anak dan pelaut. Tradisi ini sangat kuat di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya.
Sementara itu, Santa Claus adalah karakter yang lebih kompleks.
Ia merupakan gabungan dari berbagai elemen, termasuk Sinterklas, Bapak Natal, dan Santo Nikolas itu sendiri.
Karakter ini mulai berkembang di Amerika Serikat setelah pendudukan Belanda dan kini menjadi simbol penting dalam budaya Natal di negara tersebut.
3. Penampilan
Penampilan kedua tokoh ini juga berbeda. Sinterklas biasanya digambarkan mengenakan jubah uskup berwarna merah dengan alb putih serta mitra merah yang dihiasi salib.
Penampilannya mencerminkan sifat religius dan otoritasnya sebagai seorang uskup.
Sebaliknya, Santa Claus tampil lebih santai dengan pakaian merah berbulu yang dilengkapi ikat pinggang hitam lebar dan sepatu bot kokoh.
Ia sering digambarkan sebagai sosok ceria dengan jenggot putih panjang, menambah kesan ramah dan hangat.
4. Kendaraan
Dalam hal kendaraan, Sinterklas datang ke Belanda dengan kapal layar dari Spanyol dan menunggangi kuda putih bernama Amerigo.
Ini menggambarkan perjalanan tradisionalnya dari negeri asal ke tempat ia membagikan hadiah.
Sementara itu, Santa Claus mengendarai kereta luncur yang ditarik oleh sembilan rusa kutub terkenal, termasuk Rudolph si rusa dengan hidung merah bercahaya.
Kereta luncur ini menjadi simbol ikonik perjalanan Santa dalam membagikan hadiah pada malam Natal.
5. Kehidupan dan Rumah
Kehidupan pribadi kedua tokoh ini juga menunjukkan perbedaan signifikan.
Sinterklas digambarkan sebagai seorang bujangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Spanyol sebelum kembali merayakan Natal di Belanda.
Sebaliknya, Santa Claus memiliki markas besar di Kutub Utara bersama istrinya serta rusa-rusanya.
Kehidupannya berfokus pada persiapan Natal sepanjang tahun, membuat mainan, dan merencanakan perjalanan malam Natal.
6. Syarat dan Ketentuan Pembagian Hadiah
Sinterklas memiliki buku besar yang mencatat perilaku anak-anak sepanjang tahun.
Hanya anak-anak yang berperilaku baik yang akan mendapatkan hadiah, sedangkan anak-anak nakal konon akan dibawa ke Spanyol dalam karungnya.
Di sisi lain, Santa Claus lebih sederhana dalam pendekatannya. Ia meninggalkan hadiah di bawah pohon Natal untuk semua anak-anak, tanpa memandang perilaku mereka selama tahun tersebut, meskipun ia tetap memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang berperilaku baik.
Menghargai Kekayaan Tradisi
Dengan memahami perbedaan antara Sinterklas dan Santa Claus, kita dapat menghargai kekayaan tradisi di balik kedua tokoh ini.
Keduanya tidak hanya menjadi simbol kebaikan dan kemurahan hati, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dari masyarakat yang merayakannya.
Baik Sinterklas maupun Santa Claus memiliki tempat khusus di hati banyak orang, membawa kebahagiaan dan inspirasi dalam momen istimewa setiap tahun. (Latri Rastha Dhanastri)
Editor : Winda Atika Ira Puspita