Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

8 Fakta Menarik Keunikan Tradisi Natal di Berbagai Negara: Simak Penjelasannya

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 23 Desember 2024 | 21:55 WIB
Serunya merayakan Natal bersama Saudara.
Serunya merayakan Natal bersama Saudara.

RADAR JOGJA - Natal, atau Christmas, adalah perayaan yang sarat makna dengan tradisi unik di berbagai penjuru dunia.

Hari kelahiran Yesus Kristus ini dirayakan dengan cara yang berbeda-beda, mencerminkan kekayaan budaya dan keunikan setiap negara.

Berikut beberapa fakta menarik seputar Natal dari berbagai belahan dunia.

Penyelam Sinterklas di Kebun Binatang Guadalajara, Meksiko

Pada Natal 2024, Kebun Binatang Guadalajara di Meksiko menyuguhkan pertunjukan unik dengan penyelam berkostum Sinterklas.

Aksi menyelam ini dirancang khusus untuk menghibur anak-anak dan menambah keceriaan perayaan Natal.

Kehadiran Sinterklas di bawah air menciptakan pengalaman interaktif yang berkesan bagi para pengunjung.

Tradisi Sarang Laba-Laba di Ukraina

Di Ukraina, sarang laba-laba menjadi bagian dari dekorasi Natal.

Tradisi ini dilatarbelakangi mitos bahwa sarang laba-laba membawa keberuntungan dan simbol kekuatan.

Proses mencari dan menghias rumah dengan sarang laba-laba memberikan sentuhan hangat pada suasana Natal.

Baca Juga: Pertama Kali Hadirkan Susu Pistachio di Jogja, Perkenalkan Toko Dessert dan Susu, Mookury. Baru Buka Lho!

Tanggal Natal yang Berbeda

Tidak semua negara merayakan Natal pada 25 Desember. Di negara-negara Kristen Ortodoks, seperti Rusia dan Ukraina, Natal dirayakan pada 7 Januari karena mengikuti kalender Julian.

Meski berbeda tanggal, semangat merayakan kelahiran Yesus Kristus tetap sama di seluruh dunia.

Asal Usul Santa Claus

Santa Claus adalah tokoh ikonik Natal yang terinspirasi dari Santo Nikolas, seorang uskup abad ke-4 yang dikenal karena kemurahan hatinya.

Kisah Santo Nikolas, yang sering memberikan hadiah kepada anak-anak miskin, berkembang menjadi cerita Santa Claus sebagai simbol kasih dan kebahagiaan Natal.

La Befana: Penyihir Natal dari Italia

Di Italia, La Befana adalah sosok mirip Santa Claus, namun digambarkan sebagai penyihir yang terbang dengan sapu.

La Befana membagikan hadiah kepada anak-anak baik hati, menambah warna unik dalam tradisi Natal di Italia.

Larangan Natal di Inggris pada Abad ke-17

Pada abad ke-17, pemerintah Inggris sempat melarang perayaan Natal karena dianggap mengancam otoritas kerajaan.

Larangan ini akhirnya dicabut, dan Natal kembali menjadi tradisi nasional yang dirayakan dengan antusias hingga kini.

Jingle Bells dan Thanksgiving

Lagu ikonik Jingle Bells awalnya diciptakan untuk merayakan Thanksgiving, bukan Natal.

Lagu ini menjadi terkenal secara global setelah pertama kali dinyanyikan di luar angkasa pada tahun 1965.

Makna Ornamen Natal

• Pohon Natal: Tradisi menghias pohon pinus atau cemara bermula dari festival musim dingin di Jerman.
• Warna Merah, Hijau, dan Emas: Merah melambangkan darah Kristus, hijau melambangkan kehidupan abadi, dan emas melambangkan kemuliaan.
• Candy Cane: Simbol tongkat gembala Yesus ini pertama kali muncul di Eropa pada tahun 1670.
• Stocking Kaos Kaki: Tradisi menggantung kaus kaki berawal dari kebiasaan menyimpan hadiah di kaus kaki mewah.
• Lampu Pohon Natal: Martin Luther adalah tokoh pertama yang menghiasi pohon natal dengan lampu, melambangkan bintang-bintang di langit malam.

Natal di berbagai negara adalah cerminan tradisi lokal yang diperkaya dengan nilai universal.

Dari penyelam Sinterklas hingga sarang laba-laba, perayaan ini tidak hanya menyatukan keluarga, tetapi juga membawa pesan kedamaian dan kebahagiaan bagi dunia. (Latri Rastha Dhanastri)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#santa claus #Sinterklas #Natal #Hari Natal #fakta natal #Christmas #tradisi Natal