Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sadis, Gurita Betina Memangsa Gurita Jantan; Yuk Cari Tahu Mitos Atau Fakta!

Meitika Candra Lantiva • Senin, 25 November 2024 | 18:33 WIB
Gurita di dalam laut.
Gurita di dalam laut.


RADAR JOGJA - Gurita adalah salah satu makhluk laut yang penuh misteri, dengan perilaku yang sering kali mengejutkan para peneliti.

Salah satu fenomena unik yang ditemukan dalam dunia gurita adalah perilaku gurita betina yang lapar tetapi menolak untuk kawin, bahkan sampai memangsa gurita jantan.

Jadi apa yang menyebabkan hal ini? Mari kita telusuri!


Perilaku Reproduksi Gurita Betina


Dalam dunia gurita, reproduksi bukanlah hal sederhana.

Setelah kawin, betina akan meletakkan telurnya dan merawatnya dengan penuh dedikasi hingga menetas.

Selama periode ini, mereka biasanya tidak makan dan mengorbankan diri demi keberlangsungan generasi berikutnya.

Namun, tidak semua gurita betina bersedia langsung menerima jantan sebagai pasangan.


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gurita betina bisa sangat selektif terhadap calon pasangan.

Dalam kondisi lapar, insting bertahan hidup sering kali mengalahkan dorongan reproduksi.

Jika gurita betina merasa bahwa kawin saat itu hanya akan memperburuk kondisinya, ia cenderung menolak jantan, bahkan dengan cara agresif.

Bisa dengan menghindar hingga memangsa jantan.

Ketika gurita betina tidak ingin kawin, ia memiliki berbagai strategi untuk menolak jantan dengan cara di antaranya;

1. Menghindar

Gurita betina mungkin akan menjauh atau menyembunyikan diri dari jantan yang mendekat.

Dengan menggunakan kemampuan kamuflase dan gerakan cepat, ia dapat menghilang dari pandangan.


2. Perilaku Agresif

Jika jantan terus mendekat meskipun telah ditolak, gurita betina bisa menunjukkan perilaku agresif, seperti menyerang menggunakan tentakelnya atau menyemprotkan tinta untuk mengusir jantan.


3. Memangsa Jantan


Dalam kasus ekstrem, gurita betina yang sangat lapar bahkan dapat memangsa gurita jantan.

Fenomena ini bukan hanya wujud dari penolakan, tetapi juga cara untuk memenuhi kebutuhan energi.

Perilaku kanibalisme ini cukup umum di kalangan gurita dan sering kali terjadi ketika betina merasa terancam atau tidak tertarik untuk kawin.


Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ini


Beberapa faktor utama yang memengaruhi keputusan gurita betina untuk menolak kawin, antara lain;

1. Kondisi Energi

Gurita betina yang kekurangan makanan cenderung lebih fokus pada kebutuhan bertahan hidup daripada bereproduksi.


2. Ukuran dan Perilaku Jantan


Jika jantan terlalu kecil atau agresif, betina mungkin merasa bahwa ia bukan pasangan yang ideal.


3. Lingkungan dan Ancaman


Lingkungan yang penuh ancaman dapat membuat betina lebih waspada dan enggan untuk kawin.


Gurita betina adalah makhluk yang cerdas dan penuh pertimbangan.

Ketika lapar, mereka lebih memprioritaskan kelangsungan hidup dibandingkan dengan reproduksi.

Penolakan kawin bukan hanya soal seleksi pasangan, tetapi juga strategi adaptasi untuk menghadapi tantangan lingkungan.

Hal ini menunjukkan betapa kompleks dan menariknya kehidupan gurita di bawah laut, sebuah dunia yang terus memikat perhatian para ilmuwan dan pecinta alam.

Gurita saja selektif dalam memilih pasangan, lalu bagaimana dengan kamu?

(Amrina Rosyada)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mitos atau fakta #gurita betina #perilaku #laut #sadis #kanibalisme #hewan #Gurita Betina Memangsa Gurita Jantan #makhluk laut #gurita