RADAR JOGJA – Anggang-anggang atau water striders, adalah serangga yang terkenal karena kemampuan untuk berjalan di permukaan air.
Anggang-anggang bisa ditemukan di sungai, danau, atau sumber air tawar lainnya.
Anggang-anggang memiliki kaki panjang dan halus yang memungkinkan mereka untuk meluncur atau berjalan di atas air tanpa tenggelam.
Anggang-anggang merupakan predator bagi serangga kecil lainnya.
Selain sebagai predator, anggang-anggang memiliki beberapa fakta menarik, sebagai berikut:
1. Pengendalian serangga
Anggang-anggang berperan sebagai predator di perairan tawar.
Mereka memakan serangga kecil, larva, dan bahkan telur serangga lain yang ada di permukaan air.
Dengan demikian, mereka membantu mengendalikan populasi serangga yang dapat merusak tanaman atau menjadi hama bagi manusia, seperti nyamuk dan serangga air lainnya.
Sebagai predator alami, mereka juga menjadi bagian penting dari rantai makanan, di mana mereka dimangsa oleh ikan, burung air, dan serangga lainnya.
2. Indikator Kualitas Lingkungan
Keberadaan dan jumlah Anggang-anggang di suatu perairan dapat menjadi indikator kualitas lingkungan, terutama kualitas air.
Karena mereka sensitif terhadap polusi dan perubahan kualitas air, penurunan populasi anggang-anggang di suatu habitat dapat menunjukkan adanya pencemaran lingkungan.
Oleh karena itu, anggang-anggang sering digunakan oleh ilmuwan untuk memantau kesehatan ekosistem perairan.
3. Manfaat dalam Pengobatan Tradisional
Penggunakan anggang-anggang dalam pengobatan tradisional adalah untuk tujuan kesehatan.
Meski bukti ilmiahnya terbatas, ada beberapa penyakit yang bisa diobati menggunakan anggang-anggang dalam pengobatan tradisional, sebagai berikut:
• Mengobati penyakit kulit, dalam pengobatan tradisional, bagian tubuh anggang-anggang, sering digunakan untuk mengobati infeksi kulit atau gangguan kulit ringan seperti gatal-gatal.
Mereka diyakini memiliki sifat antibakteri atau antiradang, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi manfaat ini.
• Anggang-anggang bisa dijadikan sumber protein seperti banyak serangga lainnya.
Dalam beberapa budaya, serangga air seperti anggang-anggang dikonsumsi sebagai makanan yang kaya protein dan nutrisi.
Pengobatan menggunakan anggang-anggang terbatas pada pengobatan tradisional, sehingga perlu kehati-hatian dalam memakai anggang-anggang untuk pengobatan.
Anggang-anggang memiliki manfaat yang sangat besar dalam ekosistem perairan, terutama dalam hal pengendalian serangga dan menjaga keseimbangan alam.
Perannya sebagai bioindikator pencemaran air juga tidak kalah penting.
(Shofiyullah)