RADAR JOGJA - Apabila kita sering mengonsumsi makanan atau minuman kemasan yang memiliki warna merah, pastinya kita berpikir bahwa pewarna makanan atau minuman tersebut merupakan pewarna sintetik dari bahan dengan warna serupa seperti stroberi, ceri, anggur, dan lain sebagainya.
Namun, siapa sangka bahwa mayoritas pewarna yang kita temukan di suatu produk makanan atau minuman berasal dari serangga.
Memperkenalkan c atau dalam bahasa lainnya adalah Chochineal.
Serangga ini merupakan mahluk yang kerap mendiami tanaman kaktus yang lembab.
Mereka menjadi parasit bagi kaktus karena menyerap nutrisi darinya.
Dengan berat sekitar 45mg, serangga ini berukuran sangat kecil seperti sebiji beras.
Umumnya, serangga ini dimanfaatkan dari tubuh betina dalam menghasilkan pewarna alami.
Serangga pilihan yang dijadikan satu lantas di ekstrak untuk mengeluarkan senyawa yang disebut asam karminat.
Senyawa inilah yang menjadi pewarna alami bagi kebanyakan produk seperti makanan, minuman, tekstil hingga kosmetik.
Perlu diketahui bahwa penggunaan serangga Chochineal sebagai pewarna alami sudah ada sejak orang Eropa menemukan suku Aztec di Amerika Selatan pada tahun 1500-an yang menggunakan pewarna alami pada kain tekstil dengan warna merah cerah.
Warna ini tak lain dihasilkan dari serangga Chochineal.
Penggunaan serangga ini berkembang hingga ke industri makanan dan kosmetik dan dikenal sebagai salah satu pewarna alami.
Melihat proses ekstraksi serangga ini menjadi pewarna alami, terdapat beberapa produk makanan dan minuman yang kerap menggunakannya, seperti permen, susu dan yogurt, jelly, pewarna susu, pelembab kulit, pewarna kosmetik, cat, tekstil serta farmasi. Karena banyaknya sektor yang menggunakan pewarna ini menjadikan karmin sempat dikhawatirkan langka dan mengancam keberadaannya.
Untuk itulah pembudidayaan kaktus sebagai inang pilihan dari serangga ini mulai dilakukan.
Hingga kini asam karmin masih menjadi pewarna alami unggulan ditengah maraknya penggunaan pewarna sintetik. (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva