Ada banyak orang yang mengira bahwa kantong pada tumbuhan ini bunganya, pahahal daun yang sudah termodifikasi.
Kantong ini berfungsi untuk menangkap serangga dan hewan-hewan kecil lain nya.
Kantong khusus yang terdapat di kantong semar ini di lapisi dengan lilin yang sangat licin, sehingga serangga yang masuk akan kesulitan untuk keluar.
Tidak itu saja, katong semar juga menghasilkan cairan asam yang bernama proteolase, yang mana cairan ini berfungsi untuk mencerna kerangka keras dan daging serangga.
Kantong semar ini sendiri memiliki bentuk yang unik, mengantong dan membulat pada bagian ujungnya.
Ada sebagian orang mengatakan kantong semar mirip dengan tokoh pewayangan semar dengan perut buncit nya. Karna itu lah tanaman ini di beri nama kantong semar.
Kantong semar ternyata hidup secara epifit atau menempel pada batang pohon.
Seperti tumbuhan karnivora umun nya, kantong semar tumbuh baik pada tanah atau tempat-tempat yang miskin unsur hara.
Kantong semar ini ada yang hidup di tempat yang lembab, ada pula yang hidup di sedikit matahari, dan ada pula yang hidup di tempat yang terbuka untuk mendapatkan sinar matahari yang banyak.
Bisa kita ketahui di Indonesia setidak nya ada 85 jenis kantong semar. Habitat terbanyak berada di Kalimantan dan Sumatera.
Sayangnya, kekayaan jenis kantong semar sekarang sudah terancam punah atau bisa di bilang masih belum mendapatkan perhatian yang banyak.
Menurut data IUCN Red List, sedikit nya 27 spesies terancam punah, bahkan 4 di antaranya adalah spesies dengan status Critically Endengered (krisis) dan empat lainnya berstatus Endengered (Terancam).
Gimana seru kan? Ternyata ada banyak tumbuhan unik yang harus di lindungi.
Agar tidak terancam punah, kita sebagai penerus Bangsa Indonesia harus melestarikan tanaman yang sudah ada dan menjaganya.
Penulis: Erika Novita Aryani
Editor : Bahana.