JOGJA - PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengadakan lomba Tarik Lokomotif di Depo Lokomotif Daop 6 Yogyakarta, Kamis (19/9/2024). Sekitar 300 peserta baik laki-laki maupun perempuan berlomba menarik Lokomotif seberat 84 ton.
Di bawah terik matahari yang cukup menyengat, dua rombongan pria kekar dan berotot berjibaku menarik tambang yang dikaitkan di dua lokomotif yang berada di Depo Lokomotif. Mereka berlomba menjadi yang pertama untuk bisa menarik kereta api sejauh 15 meter.
Perlombaan tersebut sengaja dibuat oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta sebagai rangkaian acara Hari Lahir ke-79 PT KAI yang jatuh pada 28 September 2024. Riuh peserta dan penonton yang datang, bunyi klakson lokomotif yang memekakkan telinga menambah euforia perlombaan.
Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo mengatakan lomba tersebut menggunakan lokomotif 204 yang mulai beroperasi tahun 2003. Beratnya mencapai 84 ton yang ditarik sampai 15 meter dalam perlombaan.
"Acara diikuti oleh internal PT KAI DAOP 6 dan dari pihak yang banyak bekerjasama seperti Damkar, Kepolisian, Dishub Kota Jogja, Satpol PP Kota Jogja, dan Balai Yasa," ujarnya saat ditemui di Depo Lokomotif Daop 6, Kamis (19/9/2024).
Dari internal Daop 6 mengeluarkan 18 tim. Sejak tahun kemarin, perlombaan tersebut banyak diikuti oleh pihak eksternal. Namun, tahun ini lebih banyak yakni menjadi 6 tim.
Bagi para peserta, lomba tersebut sebagai ajang refreshing sekaligus edukasi kepada para peserta terkait lokomotif beserta beratnya. Selain itu, area depo lokomotif merupakan area tertutup untuk umum.
"Kami beri kesempatan temen-temen untuk masuk dan melihat depo lokomotif tempat untuk perawatan lokomotif harian dan bulanan," tuturnya.
Ia mengatakan terdapat perlombaan spesial yakni sesi eksibisi yang diikuti oleh perempuan-perempuan karyawan PT KAI Daop 6 atau yang biasa disebut para Srikandi. Perlombaan tersebut khusus diselenggarakan di akhir sesi.
Salah seorang peserta lomba Angga Prima mengatakan ia sebagai karyawan semangat mengikuti lomba dalam rangka Harlah perusahaan tempat ia bekerja itu. Peserta yang ikut diperkirakan mencapai 300 orang.
"Satu tim 10 orang, saya berada di Tim Pengamanan Polsuska Daop 6 Yogyakarta," ujarnya.
Menurutnya lokomotif yang ia dan timnya tarik dalam perlombaan relatif berat. Namun, karena kerjasama dan kerja cerdas yang bagus akhirnya tim nya mampu memenangkan perlombaan di tahap penyisihan.
"Seru sekali, ini nunggu babak selanjutnya sehabis menang dari tim sarana," bebernya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin