RADAR JOGJA - Sugar glider, atau yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai Petaurus breviceps, adalah hewan kecil yang berasal dari hutan Australia, Papua Nugini, dan beberapa wilayah di Indonesia. Meskipun sering kali disalah artikan sebagai tupai terbang, sugar glider memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang membuatnya menjadi hewan peliharaan eksotis yang digemari oleh banyak orang. Dengan ukuran mungil, kemampuan meluncur di udara, dan sifat sosial yang menyenangkan, sugar glider adalah hewan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki perilaku unik.
Baca Juga: Menyentuh Hati, Bapa Suci Paus Fransiskus Mencium Tangan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar
Asal Usul dan Habitat Sugar Glider
Sugar glider merupakan marsupial kecil, yaitu hewan berkantung seperti kanguru, yang hidup di pepohonan. Mereka dikenal sebagai hewan nokturnal, yang artinya aktif pada malam hari dan tidur pada siang hari. Di habitat aslinya, sugar glider hidup berkelompok dan bersarang di lubang-lubang pohon. Mereka adalah hewan yang sangat sosial, sering kali tinggal dalam kelompok keluarga kecil.
Nama “sugar glider” berasal dari dua karakteristik utamanya:
1. Sugar: Hewan ini sangat menyukai makanan manis seperti nektar dan getah pohon.
2. Glider: Mereka memiliki membran tipis yang disebut patagium, yang membentang dari pergelangan tangan hingga pergelangan kaki, memungkinkan mereka meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya.
Di alam liar, sugar glider memanfaatkan kemampuan meluncurnya untuk mencari makanan atau menghindari predator. Mereka bisa meluncur sejauh 50-100 meter dalam satu lompatan!
Baca Juga: Ternyata Candi Borobudur Bukan Bagian Dari 7 Keajaiban Dunia? Simak Fakta Menarik di Baliknya
Ciri-Ciri Fisik
Sugar glider berukuran kecil, dengan panjang tubuh sekitar 16-21 cm, dan beratnya berkisar antara 115-140 gram. Ciri paling menonjol dari sugar glider adalah adanya patagium, membran yang memungkinkan mereka meluncur di udara. Hewan ini juga memiliki ekor yang panjang dan tebal, yang membantu menjaga keseimbangan selama meluncur.
Mereka memiliki mata besar yang memberikan kemampuan melihat dalam kegelapan, sangat berguna karena mereka aktif di malam hari. Bulu sugar glider biasanya berwarna abu-abu dengan garis hitam di punggungnya, meskipun variasi warna seperti albino dan leucistic juga ditemukan pada sugar glider yang dipelihara sebagai hewan peliharaan.
Baca Juga: Eksotisme Burung Resplendent Quetzal, Spesies Endemik dari Wilayah Amerika Tengah
Perilaku Sosial dan Kecerdasan
Sugar glider dikenal sebagai hewan yang sangat sosial. Di alam liar, mereka hidup dalam kelompok yang terdiri dari 6 hingga 10 individu. Mereka sering kali berkomunikasi satu sama lain melalui suara, seperti siulan atau panggilan pendek. Ketika dipelihara, sugar glider juga bisa sangat terikat dengan pemiliknya, sehingga penting untuk meluangkan banyak waktu bersama mereka agar mereka tidak merasa kesepian.
Hewan ini juga cukup pintar dan bisa dilatih untuk mengenali suara dan wajah pemiliknya. Mereka bahkan bisa diajarkan melakukan trik sederhana seperti melompat dari satu tangan ke tangan lainnya. Karena sifat sosialnya yang kuat, sugar glider yang dipelihara sendirian sering kali mengalami stres jika tidak mendapatkan perhatian yang cukup.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Jelaskan Sikap Pemerintah, Tegaskan Tidak Ada Revisi UUK DIY
Pola Makan dan Kebutuhan Nutrisi
Dalam kondisi alam liar, sugar glider adalah omnivora, artinya mereka memakan makanan yang bervariasi seperti nektar, serangga, buah-buahan, dan getah pohon. Untuk sugar glider yang dipelihara sebagai hewan peliharaan, penting untuk memberikan pola makan yang seimbang yang mencerminkan makanan alami mereka.
Makanan yang cocok untuk sugar glider peliharaan meliputi:
- Buah-buahan segar seperti apel, anggur, dan pepaya.
- Sayuran hijau seperti bayam dan wortel.
- Serangga seperti jangkrik atau ulat hongkong, yang kaya protein.
- Nektar buatan atau campuran madu sebagai sumber gula alami.
Selain itu, pemilik juga bisa memberikan suplemen kalsium untuk mencegah masalah tulang, yang sering dialami sugar glider jika tidak mendapatkan nutrisi yang tepat.
Baca Juga: Inilah Rekomendasi Vibes Tempat Nyore di Jogja, Nomor Tiga Bikin Tercengang
Perawatan Sugar Glider sebagai Hewan Peliharaan
Sugar glider adalah hewan yang relatif mudah dipelihara, namun membutuhkan perhatian khusus agar tetap sehat dan bahagia. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Kandang: Kandang sugar glider harus cukup besar, dengan banyak ruang vertikal untuk memanjat dan meluncur. Tambahkan ranting pohon, mainan, dan tempat tidur yang nyaman agar mereka bisa bersembunyi dan merasa aman.
2. Sosialisasi: Sugar glider yang dipelihara sendirian cenderung mengalami stres. Idealnya, pelihara sugar glider dalam pasangan atau kelompok. Jika dipelihara sendirian, pastikan Anda meluangkan banyak waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan mereka.
3. Kebersihan: Bersihkan kandang secara rutin untuk menjaga kebersihan, terutama karena sugar glider adalah hewan yang aktif dan suka memanjat di berbagai sudut kandang.
4. Perawatan kesehatan: Pastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang, serta periksakan ke dokter hewan secara rutin untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat.
Baca Juga: Moon Chang-jin Mengaku Tidak Bisa Tidur Usai PSS Kembali Takluk Dalam Pertanding Ketiganya
Fakta Unik tentang Sugar Glider
- Kemampuan Meluncur
Sugar glider dapat meluncur hingga 100 meter dalam sekali lompat. Patagium mereka bekerja seperti parasut, memungkinkan mereka berpindah antar pohon dengan mudah.
- Hewan Marsupial
Seperti kanguru, sugar glider adalah marsupial, artinya mereka memiliki kantung tempat anak-anaknya tumbuh selama beberapa minggu pertama setelah lahir.
- Sifat Sosial yang Kuat
Sugar glider akan merasa stres jika tidak memiliki teman. Mereka sangat membutuhkan interaksi sosial, baik dengan sesama sugar glider atau dengan pemiliknya.
- Hewan Nokturnal
Sugar glider aktif di malam hari. Mereka memiliki mata besar untuk melihat dalam gelap dan akan menghabiskan sebagian besar waktunya di siang hari untuk tidur.
- Komunikasi Unik Mereka memiliki suara yang khas, seperti derik, klik, atau siulan, yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan kelompoknya atau pemiliknya.
Luma
Dari berbagai sumber