RADAR JOGJA - Gunungkidul, sebuah kabupaten yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, terkenal dengan pesona alamnya yang memikat.
Namun, baru-baru ini, salah satu desa di kawasan tersebut mencuri perhatian media dan masyarakat karena fenomena unik yang terjadi di sana.
Desa Kesiangan, adalah nama desa tersebut, memiliki keistimewaan yang membedakannya dari desa-desa lain di sekitarnya.
Desa Kesiangan, yang terletak di Dusun Wota Wati, adalah bagian dari wilayah Kemantren Pucung, Kapanewan Girisobo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keistimewaan lokasi Dusun Wota Wati itu, terletak pada posisinya yang berada di sebuah lembah.
Lembah ini merupakan sisa dari aliran Bengawan Solo Purba, menambah daya tariknya sebagai tempat yang penuh sejarah dan keindahan alam.
Selain terletak di lembah yang merupakan jejak aliran Bengawan Solo Purba, Dusun Wota Wati juga memiliki fenomena alam yang sangat unik.
Di desa ini, matahari terbit lebih lambat dari biasanya, yakni sekitar pukul 09.00 pagi, dan terbenam lebih awal, sekitar pukul 16.30 WIB.
Akibatnya, warga Dusun Wota Wati mengalami durasi paparan matahari yang lebih singkat dibandingkan dengan daerah lain.
Fenomena ini menjadi semakin jelas ketika cuaca tidak begitu cerah, dengan matahari yang muncul lebih lambat dan gelap lebih cepat pada sore hari.
Fenomena unik di Dusun Wota Wati ini ternyata disebabkan oleh letaknya yang berada di lembah pegunungan karst.
Posisi geografis ini menyebabkan sinar matahari terhalang oleh perbukitan di sekitarnya, mengakibatkan matahari terbit lebih lambat dan terbenam lebih awal dibandingkan dengan daerah lainnya.
Desa Kesiangan kini menjadi destinasi wisata baru yang menarik di Gunungkidul.
Para wisatawan yang datang tidak hanya ingin menikmati keindahan alamnya, tetapi juga merasakan kehidupan dengan ritme yang berbeda.
Desa ini menawarkan pengalaman yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari sesuatu yang istimewa.
Editor : Winda Atika Ira Puspita