RADAR JOGJA - Yogyakarta tidak hanya dikenal dengan kekayaan budayanya, tetapi juga pesona keindahan alam luar biasa.
Di balik pesona budaya yang megah, terdapat flora dan fauna yang merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistemnya.
Inilah beberapa spesies yang patut dilindungi di Yogyakarta, menyimpan keunikan dan nilai ekologis yang besar:
Flora yang Memikat
1. Javanese Edelweiss (Anaphalis javanica)
Edelweiss Jawa, atau biasa disebut juga bunga abadi, adalah simbol keanggunan alam Yogyakarta.
Tumbuhan ini tumbuh di dataran tinggi dan memiliki nilai estetika yang tinggi.
Di Yogyakarta, Edelweiss dapat di jumpai di Lereng Merapi, seperti objek wisata Bunker Kaliadem.
Namun, habitatnya semakin terancam akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
Salah satu tumbuhan yang dahulunya menjadi pesona dan sering ditemukan di atas gunung, kini terancam punah karena para pendaki sering membawa pulang bunga tersebut sebagai cenderamata.
Hal ini, yang menjadi pemicu terhadap cepatnya kepunahan tumbuhan yang eksotik ini.
2. Pohon Karet (Ficus benjamina)
Meskipun bukan spesies asli, pohon karet telah lama menjadi bagian penting dari lanskap Yogyakarta.
Pohon ini memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal tetapi juga perlu dijaga agar tidak merusak ekosistem asli.
Meskipun membantu perekonomian masyarakat, akan tetapi tumbuhan karet ini dapat menjadi hama bagi tumbuhan lain apabila ditanam dalam jumlah yang besar.
Fauna yang Menawan
1. Merak Jawa (Pavo muticus)
Burung merak Jawa adalah salah satu burung paling indah di dunia, dengan warna bulu yang memukau ada di Yogyakarta.
Namun, populasinya terus menurun akibat perburuan ilegal dan hilangnya habitat alaminya.
Spesies merak Jawa yang tergolong pada merak hijau ini, pada penyebarannya tidak hanya di Indonesia melainkan di Myanmar, Vietnam dan Kamboja.
Merak Jawa yang memiliki habitat di padang rumput, sabana, semak belukar dan tepi lahan pertanian kini dengan pembangunan yang masif serta kerusakan lingkungan yang parah mengakibatkan populasi pada habitat aslinya mulai tergerus dan menuju kepunahan.
2. Lutung (Trachypithecus auratus)
Lutung, atau kadang disebut juga surili, adalah primata endemik Jawa yang hidup di hutan-hutan Yogyakarta.
Mereka berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis, tetapi terancam oleh perburuan dan deforestasi.
Masalah utama yang mengancam ekosistem lingkungan adalah pembangunan yang masif dan tidak bertanggungjawab, sehingga populasi dari fauna endemik ini semakin sedikit.
Baca Juga: Nikmati Ayam Goreng Cak Yunus: Lezat, Murah, dan Ramah di Kantong Pelajar!
Upaya Pelestarian
Pelestarian flora dan fauna di Yogyakarta memerlukan kerja sama semua pihak.
Upaya-upaya konservasi yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup spesies-spesies ini.
Selain itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup juga krusial.
Yogyakarta memiliki potensi alam yang luar biasa, dan dengan menjaga keanekaragaman hayati ini, kita tidak hanya melindungi warisan alam yang berharga tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan yang sama.
Melalui upaya pelestarian yang berkelanjutan, kita bisa menjaga kekayaan alam Yogyakarta untuk masa depan yang lebih baik bagi semua makhluk yang hidup di dalamnya. (Sergio Jubilleum Asqueli)
Editor : Meitika Candra Lantiva