Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gandos Sudah Dikenal Lama, Disebut dalam Serat Centini

Khairul Ma'arif • Minggu, 19 Mei 2024 | 17:10 WIB
Adonan kue: Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat adonan gandos antara lain tepung beras, santan, daun pandan, garam, kelapa parut kasar, telur, air dan gula pasir.  Foto: Guntur Aga T/Radar Jogja
Adonan kue: Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat adonan gandos antara lain tepung beras, santan, daun pandan, garam, kelapa parut kasar, telur, air dan gula pasir. Foto: Guntur Aga T/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Makanan tradisional gandos eksistensinya sekarang mulai tersisih secara perlahan. Meski masih dapat ditemukan, sangat sulit dijumpai di daerah-daerah tengah kota. Gandos hanya dapat ditemui pelanggannya di pinggiran Jogjakarta, itu pun jumlahnya sangat sedikit. Padahal dulu jananan ini pernah menjadi primadona  banyak kalangan.

Pengamat kuliner dari UNY Dr Minta Harsana A.Par, M.Sc mengatakan, orang Jawa kalau makanan gandum itu pasti identik dengan gandos. Menurutnya, gandos merupakan makanan tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat, khususnya di Jawa. Itu berdasarkan makanan gandos disebutkan dalam Serat Centini Jilid II di halaman 157. Dalam serat itu ada beberapa fungsi dari makanan yakni secara sosial, ekonomi, dan ritual.

 

Dia menuturkan, di ritual terpatahkan karena tidak ada dalam sesajen. Sedangkan secara fungsi sosial juga tidak ada karena makanan manis. "Gandos ini kalau saya lihat kecenderungannya fungsinya secara ekonomi karena diperjualbelikan di pasar,"  ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (17/5/2024). Namun keberadaannya sekarang di pasar sudah sangat susah dicari.

Oleh karena itu, masyarakat akan bingung dengan jenis makanan karena ada yang sama. Hampir sama dengan bandros, pancong, dan kue rangi yang bagi segelintir warga yang tidak mengetahuinya pasti akan dianggap sama. Padahal, masing-masing berbeda satu sama lain. "Sekarang gandos susah dicari, kecuali di daerah Bantul, masih ada di pasar-pasar," tambahnya.

Gandos sendiri terbuat dari tepung beras, parutan kelapa, dan garam yang dicampur lantas dicetak untuk digoreng. Dosen Jurusan Tata Boga UNY ini menuturkan, biasanya gandos menjadi makanan tradisional di DIJ. Tidak hanya di Jogjakarta, tetapi juga di Jawa Tengah dan Jawa Timur jadi makanan tradisional. Namun, masing-masing penyebutannya di luar DIJ berbeda, tidak dikenal dengan gandos.

 

 

Minta mengatakan di Bojonegoro gandos dikenal dengan sebutan tratag jaran. Sedangkan di Bali gandos dinamai daluman. Bagian kue gandos berwarna putih, tetapi pada bagian bawahnya berwarna cokelat karena terjadi karamelisasi antara gula dengan garam. "Ciri khasnya cita rasanya gandos pasti gurih," tuturnya.

Ketebalannya tidak terlalu tebal sekitar dua sentimeter. Minta mengungkapkan, kalangan muda sekarang sudah jarang yang mengenal gandos. Itu karena gandos ada kemiripan dengan makanan lain seperti kue rangi, bandros dan pancong. Oleh karena itu yang dikenal ketiga kue yang mirip dengan gandos. Sedangkan gandos sendiri tidak dikenali lagi.

Tetapi keberadaannya masih ada di pasar-pasar tradisional. Menurutnya, pemerintah harus menginventori dan mengadakan event pengenalan makanan tradisional. Selain itu juga para komunitas rajin memperkenalkannya, ditambah jadi pembelajaran di sekolah. "Agar makanan Nusantara ini masih dapat dikenal,"  ungkapnya. (rul/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Gandos #oldies #jajanan #lawasan #Jogja