JOGJA - Musibah yang merenggut nyawa empat suporter PSS Sleman menyusul kecelakaan rombongan di ruas tol Km 616 Ngawi-Kertosono, tak hanya memukul Sleman Fnas saja. Tetapi juga menggetarkan sanubari Brajamusti, suporter PSIM Jogja.
Presiden Brajamusti RM Satrio Wijayanto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa pendukung Super Elang Jawa itu. Menurutnya, batasan rivalitas di dalam stadion seketika runtuh ketika dihadapkan pada nilai kemanusiaan.
"Kabar duka menyelimuti kita semua hari ini. Atas nama keluarga besar Brajamusti, kami mengucapkan duka cita yang mendalam untuk seluruh korban dan keluarga yang terdampak musibah ini," katanya, Minggu (18/10/2026) sore.
Baca Juga: Tabrak Tronton di Tol Saradan, Empat Suporter PSS Sleman Tewas; Tak Ada Perayaan Sepak Bola Hari Ini
Satrio menegaskan, meski kompetisi menghadirkan persaingan sengit di dalam lapangan, rasa persaudaraan sesama pecinta sepak bola DIJ jauh lebih tinggi harganya. Duka yang dialami Sleman Fans adalah luka bersama bagi masyarakat sepak bola Jogjakarta.
"Di atas itu semua, kemanusiaan adalah yang paling utama. Duka BCS adalah duka kita bersama," lontarnya.
Bukan sekadar ucapan belasungkawa di atas kertas, langkah nyata solidaritas juga langsung ditunjukkan kelompok suporter PSIM Jogja ini. Brajamusti menerjunkan tim medis darurat Brajamusti Medical Rescue (BMR) menuju lokasi kejadian di Caruban, Madiun.
Baca Juga: HB X Tunggu Kepastian, DPRD DIY Menolak Wacana Gaji ASN lewat KDMP karena Dinilai Berisiko
Satu armada ambulans beserta personel medis dikirim untuk membantu proses evakuasi dan perawatan para korban. "Itu kami kirim untuk membantu proses evakuasi dan penanganan medis di lapangan," tutur pria yang akrab disapa Dodok itu.
Atas insiden ini, Dodok mengajak seluruh elemen wadah suporter di DIJ untuk merapatkan barisan dan berdoa, serta menyuarakan pesan keselamatan bagi seluruh Sleman Fans yang sedang berada di perjalanan.
"Kami mengajak seluruh keluarga besar Brajamusti untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita dari BCS. Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan rekan-rekan yang luka segera diberikan kesembuhan," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja