Komodo, Rendang, dan Wayang: Tiga Wajah Indonesia di Panggung AQUA DBL Dance 2026 Jogja

Bahana. • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:48 WIB
SMAN 2 Bantul
SMAN 2 Bantul

Indonesia memiliki banyak cara untuk bercerita tentang dirinya. Alam, kuliner, hingga tradisi menjadi bagian dari kekayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di panggung AQUA DBL Dance 2026 D.I. Yogyakarta, tiga tim dance memilih jalan berbeda untuk menghidupkan cerita tersebut.

Evanore Dance dari SMA Stella Duce 1 Yogyakarta mengajak penonton menyelami keindahan Pulau Komodo. Tim dance SMAN 4 Yogyakarta memilih rendang sebagai pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Sementara SMAN 2 Bantul membawa penonton pada kegelisahan tentang keberlangsungan wayang melalui pertunjukan bertajuk “ATMA NUSANTARA”.

Ketiganya memiliki cerita yang berbeda. Namun, pesan yang mereka bawa bermuara pada satu hal: kekayaan Indonesia akan tetap hidup jika ada generasi yang mau mengenal, mencintai, dan menjaganya.

Stella Duce 1: Pesona Komodo dan Pesan Konservasi

Evanore Dance SMA Stella Duce 1 Yogyakarta membawa konsep “Keindahan Pulau Komodo”.

Lewat gerak dan koreografi, mereka membawa penonton menjelajahi pesona Nusa Tenggara Timur. Perairan dengan pasir merah muda, hamparan perbukitan hijau, hingga komodo sebagai satwa endemik Indonesia menjadi bagian dari cerita yang mereka tampilkan.

Pertunjukan dibuka dengan gambaran kehidupan alam yang harmonis. Para penari menghadirkan suasana yang menggambarkan hubungan antara manusia, flora, dan fauna.

Baca Juga: Bangkit dari Cedera, Daniel Chrismadanu Kejar Mimpi Terakhir Bersama De Britto di DBL 2026

Namun, suasana perlahan berubah.

Cerita mulai memasuki ancaman terhadap kelestarian alam. Salah satunya melalui gambaran perburuan liar yang menjadi simbol ancaman terhadap keberlangsungan flora dan fauna.

Perubahan tersebut membuat pertunjukan tidak berhenti pada upaya memamerkan keindahan Pulau Komodo. Stella Duce 1 sekaligus menyisipkan pesan bahwa kekayaan alam Indonesia membutuhkan perhatian dan perlindungan.

Melalui koreografi yang dinamis, mereka mengajak generasi muda tidak hanya bangga memiliki kekayaan alam, tetapi juga ikut menjaga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

SMAN 4: Rendang sebagai Cerita tentang Ketekunan

Jika Stella Duce 1 mengambil cerita dari alam, SMAN 4 Yogyakarta memilih kekayaan kuliner.

Tim dance SMAN 4 Yogyakarta mengangkat rendang melalui konsep “Mahardika Rendang Minang: Pesona Cita Rasa Nusantara”.

Rendang tidak hanya ditampilkan sebagai makanan khas Minangkabau. Di tangan para penari, proses panjang di balik sepiring rendang diterjemahkan menjadi sebuah cerita di atas panggung.

Santan, cabai, daging, dan berbagai rempah menjadi bagian dari inspirasi gerakan koreografi. Proses pengolahannya kemudian digambarkan melalui rangkaian gerakan yang dinamis.

Baca Juga: Kembali dari Masa Pensiun, David Silva Perkuat Klub Hong Kong, Supreme Sha Tin

Ada pesan tentang kesabaran di dalamnya.

Rendang membutuhkan proses panjang untuk menghasilkan cita rasa yang khas. Nilai tersebut diterjemahkan menjadi gambaran bahwa sesuatu yang bernilai tidak selalu lahir secara instan.

Unsur budaya Minangkabau kemudian dipadukan dengan gerakan tari modern serta elemen AQUA. Perpaduan tersebut membuat penampilan terasa lebih kekinian, tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi dasar cerita.

Melalui rendang, SMAN 4 Yogyakarta menunjukkan bahwa kuliner juga merupakan bagian dari identitas bangsa yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

SMAN 2 Bantul: Ketika Wayang Berusaha Kembali Bernapas

Sementara itu, SMAN 2 Bantul mengambil jalur yang lebih reflektif melalui pertunjukan “ATMA NUSANTARA”.

Tim dance PA SMAN 2 Bantul menjadikan wayang sebagai simbol utama. Mereka mengangkat kegelisahan mengenai keberadaan budaya tradisional yang berhadapan dengan perubahan zaman.

Kelir wayang menjadi salah satu elemen penting dalam koreografi.

Wayang bagi SMAN 2 Bantul bukan sekadar seni pertunjukan masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai tentang keberanian, kejujuran, persatuan, dan perjuangan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Namun, warisan tersebut menghadapi tantangan ketika generasi muda semakin jauh dari akar budayanya.

Kegelisahan itu diterjemahkan melalui koreografi. Suasana awal yang terasa kosong perlahan berubah ketika kelir putih terbentang.

Momen tersebut menjadi simbol kebangkitan.

Baca Juga: Andoni Iraola Ragu Dua Penyerang Liverpool, Isak dan Gakpo bisa Tampil Melawan Manchester City

SMAN 2 Bantul ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang kuno. Warisan leluhur justru dapat terus hidup ketika generasi muda bersedia mengenal, merawat, sekaligus mengembangkannya dengan cara yang relevan dengan zaman.

Tiga Cerita, Satu Pesan tentang Indonesia

Komodo, rendang, dan wayang memiliki latar yang berbeda.

Komodo berbicara tentang alam dan satwa. Rendang membawa cerita tentang kuliner dan filosofi di balik proses pembuatannya. Sementara wayang mengingatkan kembali pada warisan budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Namun, ketiganya bertemu di panggung AQUA DBL Dance 2026 D.I. Yogyakarta.

Baca Juga: Ternyata ini Alasan Kenapa Kita Sering Menunda Pekerjaan hingga Kebiasaan Mepet Deadline

Stella Duce 1 mengajak generasi muda menjaga alam. SMAN 4 Yogyakarta mengingatkan bahwa kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas bangsa. Sedangkan SMAN 2 Bantul menyerukan agar budaya tradisional tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.

Ketiga penampilan tersebut menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan tentang Indonesia.

Lewat kreativitas para pelajar, kekayaan Nusantara tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diceritakan kembali dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi mereka.

Sebab, menjaga Indonesia tidak cukup hanya dengan merasa bangga terhadap kekayaan yang dimiliki.

Ada tanggung jawab untuk mengenalnya, merawatnya, dan memastikan cerita tentang alam, kuliner, serta budaya Nusantara tetap hidup ketika generasi berikutnya mengambil giliran untuk menceritakannya.

 

Editor : Bahana.
AQUA DBL Dance 2026 SMAN 2 Bantul budaya indonesia Stella Duce 1 DBL Jogja