Bangun Kekuatan dari Dalam, PSIM Jogja Perkuat Tim Akademi untuk Bisa Suplai ke Senior

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 18:55 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - PSIM Jogja tidak ingin membangun kekuatan tim hanya dengan mengandalkan aktivitas transfer pemain di setiap musim. Manajemen Laskar Mataram secara berkala terus menyiapkan fondasi jangka panjang melalui pengembangan pemain muda yang diharapkan bisa menjadi bagian dari tim utama pada masa mendatang.

Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno mengatakan, klub harus memiliki sistem pembinaan yang mampu menghasilkan pemain sendiri. Menurutnya, pembangunan klub tidak cukup dilakukan dengan mendatangkan pemain baru ketika memasuki musim kompetisi saja.

Baca Juga: Bek PSS Sleman Saiful Djoge Alami Cedera Hamstring

"Saya punya visi, salah satunya adalah bagaimanapun pengembangan usia muda itu harus diperhatikan. Karena pengembangan usia muda nanti yang akan menyuplai ke first team," kata Liana, Senin (5/10/2026).

Karena itu, Laskar Mataram sendiri terus memperkuat pengembangan PSIM Akademi Bintang Cendekia (ABC). Manajemen menyiapkan blueprint pengembangan pemain muda bahkan untuk lima tahun ke depan, termasuk membangun jalur yang lebih jelas dari kelompok usia muda menuju tim senior.

Langkah tersebut dinilai penting agar akademi tidak sekadar menjadi wadah pembinaan, tetapi menjadi bagian dari kebutuhan jangka panjang klub. Pemain-pemain muda yang berkembang di lingkungan PSIM nantinya diharapkan memiliki kesempatan untuk menembus tim utama.

Baca Juga: Chemistry Antarpemain Jadi Kendala Kekalahan Beruntun PSS Sleman

"Akademi PSIM ini menjadi wadah bagi potensi-potensi di DIY dan jalur potensi-potensi tersebut untuk masuk ke first team PSIM untuk menjalankan karier profesional sepak bola, begitu harapannya," ujarnya.

Yuliana sendiri menyadari hasil dari investasi terhadap pemain muda tidak bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Terlebih PSIM masih berada dalam fase membangun fondasi setelah kembali menjadi bagian dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Hal seperti ini tidak ada yang instan, semuanya butuh proses," tegasnya.

Menurutnya, pembangunan itu menjadi pekerjaan jangka panjang yang harus berjalan beriringan dengan kebutuhan tim senior. PSIM tetap membutuhkan pemain berpengalaman untuk berkompetisi, tetapi pada saat bersamaan klub perlu menyiapkan regenerasi agar kebutuhan skuad pada masa depan tidak selalu bergantung pada pasar transfer.

Baca Juga: Gempa Dangkal 2,7 SR Guncang Perairan Kulon Progo, Banyak Masyarakat Tak Merasakan

Dengan pendekatan itu, pengembangan pemain muda menjadi salah satu investasi PSIM untuk menjaga keberlanjutan klub. Bukan hanya mengejar hasil dalam satu musim, tetapi membangun sistem yang memungkinkan Laskar Mataram memiliki sumber daya pemain dari lingkungan sendiri. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Akademi Bintang Cendekia PSIM first team Laskar Mataram Yuliana Tasno