JOGJA - Ajang lari bergengsi Yogyakarta 10K (YKC10K) bakal kembali menghentak bumi Mataram. Mengusung tajuk YKC10K 2027 Powered by SUVS Athletic, event lari yang kini memasuki edisi ketiga itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Januari 2027.
Project Manager YKC Ricky Kurniawan menjelaskan, ajang ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat. Berawal dari 500 peserta pada edisi perdana 2025, angka tersebut melonjak menjadi 1.000 pelari pada 2026.
Di edisi 2027 mendatang, lanjut Ricky, penyelenggara mematok target sebanyak 1.500 runners. Di mana sekitar 70 persen di antaranya dibidik berasal dari luar DIY.
"Untuk target ada di angka 1.500 peserta. Tak hanya sekadar mengejar kuantitas, tetapi experience para pelari juga harus meningkat. Kami ingin para peserta merasa nyaman dari datang sampai pulang," katanya, Senin (28/9).
Baca Juga: Mengapa Detak Jantung Makin Cepat Saat Lari Padahal Pace Sama? Ini Kata Dokter
Mengingat dominasi pelari berasal dari luar kota, aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama panitia. Ricky menambahkan, jika pada ajang kali ini panitia akan memberikan apresiasi khusus kepada seluruh komunitas lari di Indonesia agar bisa menikmati atmosfer berlari di Jogja.
Mengenai rute lari, Ricky membeberkan jalur yang digunakan relatif sama dengan edisi sebelumnya, meski akan ada sedikit penyesuaian. Kawasan bersejarah Jalan Suryatmajan, Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY kembali dipilih sebagai titik start sekaligus finish.
Selain itu, guna menyokong tumbuhnya ekosistem lari lokal, YKC10K menggandeng SUVS Athletic, brand running apparel asli asal Jogja. Sinergi ini juga didukung penuh oleh Pemprov DIY dan Dinas Pariwisata DIY demi memperkuat pilar sport tourism di Kota Gudeg.
"Tingginya keterlibatan pelari luar daerah diharapkan mampu memberi multiplier effect bagi sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga destinasi wisata," tegasnya.
Baca Juga: Jogja Punya Acara! Deretan Event Menarik di Jogja Bulan September 2026 Wajib Masuk List Wisata
Sementara, Race Director YKC10K Septyadi Pityanta mengungkapkan, perkembangan kualitas pelari di YKC10K menunjukkan tren yang signifikan dari tahun ke tahun. Rekor-rekor baru terus terukir sejak penyelenggaraan pertama pada 2025 lalu.
"Yang membedakan di tahun 2027 nanti adalah ambiance yang jauh lebih kompetitif. Bahkan ada beberapa pelari yang sudah keringat dingin sejak di garis start," ungkapnya.
Tak hanya itu, Septyadi juga mengungkapkan catatan waktu para peserta kian tajam dari edisi ke edisi. Pelari dengan pace 5 kini makin menjamur di lintasan YKC.
Kendati iklim kompetisi makin ketat, Septyadi menegaskan event ini difokuskan khusus bagi WNI dengan tetap mempertahankan standar Cut Off Time (COT) yang ketat. "Event ini khusus untuk WNI dan kami akan terus konsisten mempertahankan regulasi COT," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja