Bukan hanya Lari, Ribuan Pelari Akan Padati Jogja Demi Misi Bebas Stunting di Chicken n Egg Run 2026

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 09:34 WIB

 

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia bersiap menyulap kawasan bersejarah Jantung Kota Jogja menjadi panggung selebrasi kesehatan lewat perhelatan Chicken n Egg Run 2026.
Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia bersiap menyulap kawasan bersejarah Jantung Kota Jogja menjadi panggung selebrasi kesehatan lewat perhelatan Chicken n Egg Run 2026.

JOGJA - Gaya hidup sehat yang kian digandrungi masyarakat kini bertemu dengan misi besar pemenuhan gizi nasional. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia bersiap menyulap kawasan bersejarah Jantung Kota Jogja menjadi panggung selebrasi kesehatan lewat perhelatan Chicken n Egg Run 2026.

Langkah ini diambil bukan sekadar ajang olahraga biasa. Momentum Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dimanfaatkan para peternak untuk mengetuk kesadaran publik akan krusialnya asupan protein hewani yang terjangkau namun kaya nutrisi bagi setiap keluarga di Tanah Air.

Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmoko, mengungkapkan keprihatinannya atas tingkat konsumsi protein masyarakat yang masih tertinggal ketimbang negara tetangga. Bahkan, alokasi anggaran belanja rumah tangga kerap kali lebih didominasi oleh rokok ketimbang bahan pangan bergizi.

"Harga sebutir telur mungkin hanya sekitar tiga ribu rupiah, tetapi jika digoreng dan diolah, manfaatnya sudah bisa dinikmati oleh dua hingga tiga anggota keluarga," tutur Singgih di Silol Kopi & Eatery Jogja, Sabtu pagi (26/9/2026).

Baca Juga: Peserta Prambanan Color Run Festival 2026 Kecewa, Medali Finisher Sempat Tidak Tersedia

Permasalahan kesehatan mendasar seperti tengkes (stunting) masih menjadi tantangan nyata di tengah masyarakat. Melalui kampanye ini, Pinsar Indonesia ingin mematahkan persepsi bahwa pemenuhan gizi seimbang harus selalu mahal dan sulit dijangkau.

Pemilihan olahraga lari sebagai fondasi utama acara bukan tanpa alasan. Olahraga ini telah bertransformasi menjadi gaya hidup populer yang membutuhkan stamina tinggi. Protein dari daging ayam dan telur pun menjadi bahan bakar alami yang sempurna untuk mendukung produktivitas para pegiat lari.

Menariknya, gelaran tahun ini menyajikan total hadiah spektakuler. Anggaran hadiah utama mobil electric BYD Atto tersebut murni bersumber dari wujud gotong royong dan solidaritas para peternak di seluruh Indonesia sebagai wujud rasa syukur atas kondisi industri perunggasan yang kian membaik.

Dari sisi teknis penyelenggaraan, Ketua Bidang Investasi, Informasi, Perunggasan, dan Perdagangan Luar Negeri Pinsar Indonesia, Candra Paku Rachman, membeberkan bahwa ajang ini menargetkan sebanyak 3.500 peserta lari dari berbagai penjuru daerah.

Baca Juga: Targetkan Seribu Peserta, Sleman Temple Run Kesebelas Tawarkan Pemandangan Lima Candi

Panitia menyediakan tiga kategori jarak tempuh yang inklusif untuk semua tingkatan pelari, mulai dari lintasan santai 2,5 kilometer, kategori menengah 5 kilometer, hingga kategori paling menantang sepanjang 10 kilometer.

Rangkaian kegiatan sebenarnya telah berdenyut sejak September melalui edukasi anak usia dini dan workshop kesehatan hewan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 mendatang berpusat di Benteng Vredeburg Jogja. 

Tak hanya menghadirkan keseruan lari dari Malioboro kembali ke Malioboro, puncak acara juga akan disemarakkan oleh pesta rakyat hasil kolaborasi dengan Pasar Kangen. Sinergi ini diperkirakan mampu menarik perhatian 5.000 hingga 7.000 pengunjung secara keseluruhan.

Selain membawa misi pemenuhan gizi, gelaran ini turut menjadi angin segar bagi geliat pariwisata Istimewa. Kedatangan ribuan peserta luar kota diharapkan mampu memutar roda ekonomi lokal, mulai dari okupansi hotel hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Chicken n Egg Run 2026 Pinsar Indonesia Hari Ayam dan Telur Nasional Wisata Yogyakarta pencegahan stunting