SLEMAN - Tiga laga awal Super League musim 2026/2027 menjadi periode kelam bagi PSS Sleman. Sebab, sejauh ini skuad tim Laskar Sembada harus merana tanpa meraih satu pun poin akibat menelan tiga kekalahan beruntun.
Akibatnya, Super Elja saat ini harus tercecer di peringkat ke-15 klasemen sementara dari total 18 kontestan Super League. Posisi tersebut terbilang kritis, karena hanya berjarak satu tingkat di atas jurang zona degradasi.
Kendati demikian, juru taktik PSS Pieter Huistra mengaku tidak mau ambil pusing. Sebab, pelatih asal Belanda itu meyakini Dominikus Dion dan kawan-kawan bisa segera bangkit di laga-laga selanjutnya.
Baca Juga: Pertahankan Banyak Pemain Lokal Musim Lalu, Van Gastel Ungkap Pandangannya di PSIM
Tak hanya itu, walaupun saat ini timnya belum mendapatkan poin sama sekali. Tapi Huistra mengaku tetap optimistis. Sebab, menurutnya, potensi dan kualitas ruang ganti Super Elang Jawa masih sangat memadai untuk merangkak naik dari papan bawah klasemen.
"Ada banyak rasa percaya diri. Kami tahu memiliki kualitas di dalam tim," tegasnya, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, tim pelatih telah melakukan evaluasi mendalam dari tiga pertandingan awal. "Kami juga tahu kami telah menghadapi tiga tim kuat, dua di antaranya adalah laga tandang. Permainan kami tidak seburuk itu," tegasnya.
Baca Juga: Bakar Sampah di Musim Kemarau Picu Kebakaran Lahan di Sleman Melonjak Signifikan
Tak hanya itu, Huistra juga menilai jika sejauh ini skema dan pola permainan PSS sejatinya sudah berada di jalur yang benar. Hanya saja, masalah efisiensi dan penyelesaian akhir yang masih perlu dipoles.
Oleh karena itu, dengan sisa perjalanan musim yang masih panjang, Huistra optimistis performa PSS akan melesat seiring berjalannya waktu.
"Kami masih memiliki banyak rasa percaya diri bahwa kami akan berkembang di liga dan musim ini, serta tampil baik dengan tim ini," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja