Tak Ingin Talenta Muda Terputus, PSIM Jogja Perkuat Penghubung Akademi dan Skuad Senior

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:24 WIB
Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja) 

 

JOGJA - PSIM Jogja terus membenahi sistem penghubung antara program youth development atau tim akademi dengan tim utama. Langkah itu dilakukan karena manajemen mengevaluasi adanya celah dalam proses pembinaan pemain muda menuju first team pada musim sebelumnya.

 Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengakui, program pembinaan pemain muda yang dijalankan PSIM belum sepenuhnya tersambung dengan kebutuhan tim utama. Salah satu persoalannya adalah belum adanya sosok yang secara khusus menjadi penghubung antara kedua bagian tersebut.

 "Di mana belum tersambung antara youth development kita dengan first team. Karena sebelumnya penyambungnya ini terus terang belum ada," kata Yuliana, Jumat (25/9).

Baca Juga: PSIM Jogja Tuntaskan Seleksi EPA, Tiga Kelompok Umur Siap Didaftarkan Kompetisi 

 Pada musim sebelumnya, Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel lebih berfokus menangani kebutuhan tim utama. Sementara program youth development berjalan dengan konsentrasi masing-masing sehingga komunikasi mengenai kebutuhan pemain belum terhubung secara optimal.

 "Coach JP juga kita sudah tahu pasti konsentrasi dia untuk memenangkan pertandingan, untuk manage first team. Tapi si youth development-nya ini juga, ya intinya belum ada penyambungnya," ujarnya.

Untuk memperbaiki persoalan tersebut, PSIM kini menempatkan Asisten Head Coach Guntur Cahyo Utomo sebagai penghubung antara tim utama dengan youth development. Guntur membantu menerjemahkan kebutuhan Van Gastel mengenai profil pemain yang dibutuhkan kepada tim pembinaan.

"Sekarang kita sudah punya penyambungnya, coach Guntur untuk menyambungkan visi dan misi Coach JP. Perlu pemain seperti apa, kualitasnya seperti apa, kemampuannya seperti apa, itu dikomunikasikan juga kepada Coach Erwan," jelas Yuliana.

Baca Juga: Hanya Kantongi Satu Poin dari Tiga Laga, PSIM Siap Bangkit di Oktober, Evaluasi Total Dilakukan

Setelah kebutuhan dari tim utama dikomunikasikan, Coach Erwan Hendarwanto yang dipercaya menangani PSIM ABC akan menjalankan proses scouting dan pembinaan pemain muda. Dengan pola tersebut, manajemen ingin proses pembentukan pemain di level youth development lebih terarah terhadap kebutuhan first team.

"Coach Erwan yang akan scouting, Coach Erwan yang akan mendidik di youth ini sehingga bisa nantinya suplai ke first team," imbuhnya.

Upaya tersebut juga mulai berjalan melalui proses pencarian pemain muda. Sebelumnya, PSIM menggelar seleksi tertutup Elite Pro Academy (EPA) kategori U-16 dan U-18 pada 1-5 September 2026 di Lapangan Krapyak, Bantul.

Seleksi tersebut menjadi bagian dari proses pemanfaatan hasil pemantauan tim scouting terhadap pemain-pemain lokal yang tampil di sejumlah kompetisi. Manajer Operasional Tim PSIM Jogja Tegar Diokta Andias menyebut pemain yang dipanggil merupakan hasil pemantauan terhadap penampilan mereka bersama klub masing-masing.

Baca Juga: Dikritik Telat Ganti Pemain, Pelatih PSIM Van Gastel Tak Suka Bongkar Pasang tapi Tak Antiperubahan

"Tim pelatih dan talent scouting kami tidak memilih pemain secara acak, melainkan hasil pemantauan komprehensif dari kompetisi-kompetisi yang sudah bergulir, seperti Piala Soeratin," ujar Tegar.

Menurut Tegar, proses itu diarahkan untuk mendapatkan pemain yang memiliki kualitas dan konsistensi berdasarkan performa di pertandingan kompetitif. Artinya, pencarian pemain muda PSIM mulai diarahkan melalui mekanisme scouting yang lebih terstruktur.

Bagi Yuliana, sistem tersebut masih perlu dipantau, terutama dari sisi komunikasi dan implementasinya. Keberadaan Guntur sebagai penghubung diharapkan membuat kebutuhan tim utama dapat diterjemahkan secara lebih jelas ke dalam proses scouting dan pembinaan pemain muda.

"Untuk penyambungnya sudah ada, tapi memang perlu dipantau komunikasinya dan juga dipantau implementasinya. Insya Allah lebih baik lagi untuk ke depan," tambah Yuliana. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Youth Development Guntur Cahyo Utomo elite pro academy Yuliana Tasno PSIM Jogja