RADAR JOGJA - Di tengah demam olahraga padel yang identik dengan gaya dan gengsi, badminton justru membuktikan diri sebagai olahraga yang tak lekang oleh waktu. Sama seperti sepak bola, bulu tangkis tetap stabil, digemari lintas generasi, dan masih jadi pilihan utama anak muda hingga atlet untuk hidup sehat.
Jika padel kerap dianggap olahraga tren sesaat yang membutuhkan lapangan khusus dan biaya tidak murah, badminton hadir lebih merakyat. Cukup raket, kok, dan lapangan di dekat rumah, semua orang bisa langsung main. Tidak heran olahraga tepok bulu ini tetap eksis, bukan cuma sebagai ajang prestasi, tapi juga ajang sosialisasi yang seru dan bikin bekeringat maksimal.
Bagi anak muda sekarang, badminton bukan sekadar olahraga nostalgia era Taufik Hidayat. Ini adalah olahraga yang cepat, taktis, dan penuh adrenalin. Sekali main single atau ganda, keringat langsung mengucur, tawa dan teriakan pun jadi pemersatu.
Baca Juga: Main Padel di Jogja Mulai 50rb an! Level Social Club, Spot Baru Anak Sleman
Lebih dari sekadar seru-seruan, manfaatnya juga nyata. Dilansir dari Alodokter, rutin bermain badminton punya tujuh keuntungan besar. Pertama, melatih kemampuan berpikir cepat dan kerja sama tim saat main ganda. Kedua, meningkatkan stamina karena intensitas geraknya tinggi. Ketiga, memperkuat otot dan tulang dari lompatan dan pukulan.
Keempat, meningkatkan kelenturan dan ketangkasan tubuh. Kelima, membantu mencegah penyakit asma karena melatih pernapasan. Keenam, mengurangi risiko penyakit jantung. Dan ketujuh, yang paling relevan untuk anak muda zaman sekarang, meredakan stres.
Jadi, di saat yang lain berlomba-lomba pamer outfit padel, badminton tetap menjadi jawaban paling jujur untuk sehat, happy, dan tetap gaul tanpa harus ikut-ikutan tren.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber