Tak Sekadar Pilih Starter, Van Gastel Cari Kombinasi Pemain Yang Cocok untuk PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:40 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - PSIM Jogja terus mencari kombinasi pemain yang paling sesuai dengan sistem permainan Jean Paul Van Gastel. Proses itu sudah dilakukan sejak pramusim dan terus berjalan memasuki kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Salah satu gambaran terbaru terlihat saat PSIM menghadapi Madura United pada pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027. Untuk kali pertama di awal musim ini, Van Gastel memainkan duo penyerang, Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta secara bersamaan sejak menit awal.

Komposisi ini berbeda dari dua pertandingan sebelumnya. Saat menghadapi Persita Tangerang dan Persebaya Surabaya, PSIM lebih banyak menggunakan satu penyerang di lini depan. Dalmau dan Haljeta kemudian mendapat kesempatan untuk menjadi pasangan di lini depan ketika menghadapi Madura United.

Baca Juga: Hanya Kantongi Satu Poin dari Tiga Laga, PSIM Siap Bangkit di Oktober, Evaluasi Total Dilakukan

Bagi Van Gastel, perubahan tersebut sejalan dengan proses yang sejak awal memang dilakukan untuk menemukan kombinasi pemain yang paling cocok dengan gaya bermain PSIM.

Ia mengatakan, dirinya tidak hanya melihat kemampuan individu pemain. Hubungan antarpemain dan kecocokan mereka ketika berada dalam sistem permainan juga menjadi pertimbangan sebelum menentukan susunan pemain.

"Kami fokus pada cara bermain yang kami inginkan. Lalu kami juga melihat hubungan antarpemain, siapa yang cocok satu sama lain dalam cara bermain yang kami inginkan," kata Van Gastel, Kamis (24/9/2026).

Karena itu, seluruh pemain diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dari proses tersebut, Van Gastel kemudian menentukan pemain yang dinilai paling sesuai untuk mengisi starting XI. "Saya melihat semua dan memberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya secara maksimal," ujarnya.

Baca Juga: Jeda Kompetisi Super League Dimanfaatkan Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Pulang ke Jepang

Proses itu membuat komposisi pemain PSIM tidak selalu harus sama dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Van Gastel sebelumnya juga menegaskan perubahan dilakukan ketika ada alasan taktis atau kualitas tertentu yang dibutuhkan untuk menghadapi sebuah pertandingan.

Hal itu turut membuka kemungkinan perubahan komposisi di lini depan. Dalmau dan Haljeta yang sebelumnya lebih banyak mendapatkan menit bermain dalam peran berbeda, akhirnya dimainkan bersama ketika kebutuhan tim mengarah pada opsi itu.

Van Gastel sendiri tidak ingin perubahan susunan pemain dilakukan secara berlebihan. Menurutnya, pergantian pemain lebih berkaitan dengan kebutuhan pertandingan maupun karakter lawan yang dihadapi.

Baca Juga: Frederic Injai Masih Cedera, Pelatih PSS Huistra Gantungkan Harapan ke Isfandyar dan Markus Madjar

"Kadang keputusan itu untuk jangka panjang, kadang hanya untuk satu pertandingan. Itu tergantung alasan taktis dan kualitas yang kami butuhkan di sebuah laga," tuturnya.

Dengan kompetisi yang masih panjang, proses pencarian kombinasi tersebut pun belum berhenti. Van Gastel masih memiliki sejumlah opsi di dalam skuad, sementara para pemain juga dituntut terus menunjukkan kualitas agar mendapatkan kesempatan bermain.

Bagi PSIM, proses ini menjadi bagian dari upaya Van Gastel membangun tim yang tidak hanya bergantung pada individu, tetapi memiliki kombinasi pemain yang mampu menjalankan sistem permainan secara optimal. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 antarpemain kompetisi Jean Paul van Gastel PSIM Jogja