BOSA Bidik Gelar Kesepuluh, Kekompakan Jadi Senjata Jelang DBL Yogyakarta 2026

Bahana. • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:58 WIB
Tim basket SMA BOPKRI 1 Yogyakarta atau BOSA
Tim basket SMA BOPKRI 1 Yogyakarta atau BOSA

JOGJA – Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I. Yogyakarta tinggal menghitung hari. Sejumlah tim peserta terus mematangkan persiapan demi tampil maksimal dalam kompetisi basket pelajar tersebut.

Salah satunya tim putra SMA BOPKRI 1 Yogyakarta atau BOSA. Berstatus sebagai penguasa DBL D.I. Yogyakarta selama sembilan musim beruntun, BOSA kembali datang dengan ambisi besar. Mempertahankan mahkota juara menjadi target utama yang ingin mereka wujudkan musim ini.

Persiapan BOSA bahkan sudah dilakukan sejak awal tahun dengan program yang disusun secara bertahap. Dalam tiga bulan pertama, perhatian utama diarahkan pada peningkatan kondisi fisik pemain.

Selain menjalani latihan rutin, BOSA juga aktif mengikuti berbagai pertandingan uji coba. Bagi tim, agenda tersebut bukan sekadar untuk mengukur kemampuan, tetapi juga menjadi kesempatan membangun chemistry sekaligus mengasah mental bertanding.

Baca Juga: De Britto Bidik Final DBL Yogyakarta 2026, Kekompakan Jadi Senjata Utama

“Kita di awal tahun juga ikut event-event buat latihan tanding biasa. Jadi sembari latihan kita juga ada sparing buat menyatukan chemistry dan membentuk mental,” ujar pemain BOSA, Arjuna Styodevancho Febionaell.

Memasuki fase persiapan berikutnya, intensitas latihan mulai ditingkatkan. Dalam sepekan, pemain bisa menjalani latihan hingga lima kali.

Program tersebut mencakup peningkatan kemampuan teknis sekaligus penguatan fisik, khususnya daya tahan tubuh agar pemain mampu menjaga performa sepanjang pertandingan.

“Ada tambahan latihan fisik buat nambah endurance, terus kita latihan skill juga,” kata Arjuna.

Menjelang kompetisi, tepatnya sekitar sebulan sebelum DBL dimulai, BOSA juga menaikkan level lawan dalam pertandingan uji coba. Mereka tidak hanya berhadapan dengan tim yang berada di level serupa, tetapi juga menghadapi lawan dengan kualitas dan pengalaman lebih tinggi.

Bahkan, BOSA beberapa kali menjajal kemampuan melawan pemain yang sudah berstatus mahasiswa. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membiasakan pemain menghadapi tekanan serta lawan yang memiliki postur dan pengalaman lebih matang.

“Kita sparing lawan anak kuliahan biar lawannya lebih tua,” tuturnya.

Upaya membangun kekompakan juga tidak hanya dilakukan melalui aktivitas di lapangan. Para pemain BOSA kerap menghabiskan waktu bersama di luar agenda latihan.

Mulai makan bersama hingga melakukan berbagai aktivitas bersama menjadi cara mereka mempererat hubungan antarpemain. Bagi Arjuna, kedekatan tersebut penting agar komunikasi di dalam tim semakin cair.

“Kita makan bareng dan main bareng biar bisa ngobrol dan bertemu,” ujar Arjuna.

Baca Juga: Sempat Jadi Target Manchester United, Lewis Hall: Bertahan di Newcastle adalah Keputusan yang Tepat

Memasuki sekitar satu pekan sebelum kompetisi dimulai, intensitas kebersamaan tersebut semakin ditingkatkan. Para pemain menghabiskan waktu bersama di vila dan menjalani kegiatan doa bersama di sejumlah Gua Maria.

“Kita selalu pindah-pindah Gua Maria,” ungkap Arjuna.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BOSA menjaga kekompakan sekaligus mempersiapkan mental sebelum turun dalam kompetisi.

Meski datang dengan catatan luar biasa sebagai juara sembilan musim berturut-turut, BOSA tidak ingin terlena. Status sebagai juara bertahan justru menjadi tantangan tersendiri agar para pemain tetap fokus menghadapi setiap pertandingan.

Arjuna mengungkapkan, pelatih terus mengingatkan skuad BOSA agar tidak terjebak rasa percaya diri berlebihan maupun meremehkan lawan.

“Kita diajarin sama coach biar tidak over confident dan tidak meremehkan siapa pun itu lawannya,” tegasnya.

Dengan persiapan fisik, teknik, mental, dan chemistry yang terus dimatangkan, BOSA siap kembali mempertahankan dominasinya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I. Yogyakarta.

Kompetisi tersebut akan berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). BOSA tentu mengincar satu target besar: mengangkat trofi untuk kali kesepuluh secara beruntun.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Bawa Edukasi Berkendara Melalui Seminar Kolaborasi

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri akan digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian student-athlete terbaik dari berbagai daerah untuk mendapatkan kesempatan menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Selain kompetisi basket lima lawan lima, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 yang mengusung tema “100% Indonesia”.

Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Sementara laga final juga tersedia untuk disaksikan melalui kanal YouTube Good Day ID.

 

Editor : Bahana.
DBL 2026 Basket Pelajar BOSA SMA Bopkri 1 Yogyakarta DBL Yogyakarta