RADAR JOGJA - Pelaksanaan Prambanan Color Run Festival 2026 di kawasan Cagar Budaya Candi Prambanan pada Minggu (20/9/2026) menuai sorotan setelah sejumlah peserta mengeluhkan buruknya pengelolaan acara. Kekecewaan peserta mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan suasana ricuh dan protes usai para pelari menyelesaikan perlombaan.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan terjadi di area garis finis. Sejumlah peserta menyebut medali penghargaan bagi peserta yang telah menyelesaikan lari tidak tersedia saat mereka tiba di lokasi. Kondisi tersebut membuat banyak pelari mempertanyakan kesiapan panitia dalam menyediakan perlengkapan yang telah dijanjikan.
Dalam situasi tersebut, volunteer yang bertugas di lapangan disebut menjadi pihak yang langsung berhadapan dengan para peserta yang meminta penjelasan terkait keberadaan medali. Meski demikian, keluhan peserta tidak secara khusus ditujukan kepada para relawan. Peserta menilai petugas lapangan berada dalam posisi sulit karena harus menghadapi banyak pertanyaan, sementara pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan disebut tidak terlihat saat masalah berlangsung.
Baca Juga: Bukit Premium, Destinasi Alam di Lereng Bromo yang Tawarkan Panorama Sabana dan Nuansa Atas Awan
Beberapa waktu kemudian, medali dilaporkan datang menggunakan sebuah kendaraan. Peserta kemudian mendatangi mobil tersebut untuk mengambil medali yang sebelumnya belum tersedia.
Selain persoalan medali, peserta juga mengungkapkan sejumlah kendala lain selama rangkaian acara berlangsung. Masalah disebut sudah muncul sejak tahap pengambilan race pack, mulai dari distribusi perlengkapan yang dinilai tidak sesuai harapan, kualitas atribut peserta yang dipermasalahkan, hingga minimnya fasilitas pendukung seperti bubuk warna dan titik penyediaan air minum di jalur lari.
Acara yang mengusung konsep lari santai dengan nuansa hiburan tersebut sebelumnya menarik ribuan peserta. Namun, sebagian peserta merasa pengalaman yang diterima tidak sebanding dengan biaya pendaftaran yang mencapai sekitar Rp195 ribu.
Kekecewaan peserta kemudian ramai dibahas di media sosial. Sejumlah warganet bahkan melontarkan kritik dengan membandingkan penyelenggaraan acara tersebut dengan kegiatan sederhana di lingkungan kampung yang dinilai lebih tertata.
Baca Juga: Bukan Sekadar Musik, Anak Muda Timor Bawa Budaya Lokal ke Generasi Baru
Hingga berita ini ditulis, pihak penyelenggara Prambanan Color Run Festival 2026 belum menyampaikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan peserta maupun persoalan logistik yang terjadi selama acara berlangsung.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber