JOGJA - Dua klub Super League di DIY terkena sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Di awal musim ini, PSIM Jogja harus merogoh kocek cukup dalam dengan denda Rp 110 juta, sementara PSS Sleman dijatuhi sanksi denda Rp 30 juta.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 15 September 2026, sanksi untuk PSIM dijatuhkan buntut dari dua pelanggaran berbeda. Yakni saat PSIM melakoni laga tandang melawan Persebaya Surabaya pada 13 September 2026 lalu.
Denda terbesar diberikan kepada manajemen tim PSIM sebesar Rp 100 juta. Hal ini dipicu lantaran skuad besutan Jean-Paul van Gastel dinilai terlambat memasuki lapangan pada babak kedua, yang menyebabkan kick-off paruh kedua mundur selama 110 detik.
Baca Juga: Viral Pungli Parkir Mobil Rp 20 Ribu di Altar, Polresta Jogja: Kejadian Agustus, Jukir Sudah Dibina
Derita PSIM juga bertambah setelah gelandang asing Adrian Cyprian Purzycki turut mengantongi hukuman dari Komdis. Pemain asal Polandia itu dijatuhi sanksi tambahan larangan bertanding sebanyak satu laga serta denda pribadi Rp 10 juta.
Sanksi ini diberikan akibat aksi pelanggarannya yang menghalangi tim lawan mencetak gol hingga berbuah kartu merah langsung.
Menanggapi rentetan sanksi ini, Media Officer PSIM Irza Triamanda menyatakan manajemen telah menghormati penuh keputusan denda dari Komdis PSSI itu. "Kami menghormati keputusan itu dan menyadari betul ketatnya regulasi operasional kompetisi Super League 2026/2027," lontarnya, Minggu (20/9/2026).
Tak hanya itu, lanjut Irza, insiden keterlambatan memasuki lapangan menjelang babak kedua pun dipastikan menjadi perhatian serius manajemen PSIM untuk melakukan evaluasi.
Baca Juga: Sanksi terhadap Pungli Pengusaha Kuliner Food Truck di Alkid, Pemkot Jogja Serahkan ke Kepolisian
"Ini menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh elemen tim, agar koordinasi dan manajemen waktu di masa mendatang bisa lebih presisi," bebernya.
Meski diterpa denda finansial dan kehilangan salah satu legiun asingnya di laga mendatang, manajemen PSIM tak ingin terlalu meratapi sanksi itu. Sebab, fokus utama dari tim sendiri saat ini dialihkan untuk menatap laga-laga krusial berikutnya.
Sementara untuk PSS, hukuman didapat buntut insiden saat menjamu Madura United FC di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sleman, Sabtu (12/9/2026).
Dalam salinan keputusan Komdis PSSI, insiden dicatat terjadi pada menit ke-67. Tepat ketika para pemain Madura United FC merayakan gol di area lapangan sisi selatan, terjadi pelemparan dua buah air minum kemasan dari arah tribun selatan yang dihuni suporter PSS.
Tindakan itu dinilai melanggar regulasi disiplin dan mengganggu jalannya pertandingan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil Sidang Komdis PSSI tanggal 15 September 2026, PSS Sleman dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 30 juta.
Menanggapi keputusan itu, Executive Representative PSS Vita Subiyakti mengatakan, pihak manajemen telah menerima dan menghormati hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI. Pihak klub juga siap bertanggung jawab dan akan melunasi kewajiban denda sesuai ketetapan federasi.
Baca Juga: Hasil Super League: PSS Sleman Takluk dari Dewa United, Borneo Kalahkan Bali United
"Kami menghormati keputusan Komdis PSSI dan tentu akan menjalankan kewajiban yang telah ditetapkan," jelasnya, Minggu (20/9/2026).
Meski begitu, sebagai perwakilan dari manajemen, Vita mengimbau seluruh elemen suporter PSS untuk menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi bersama. Manajemen ingin dukungan positif dari tribun terus terjadi untuk menjaga kondusivitas tim di tengah persaingan kompetisi yang ketat.
"Kami mengajak teman-teman Sleman Fans untuk terus menjaga kondusivitas dan menghormati jalannya pertandingan. Dukungan teman-teman sangat berarti bagi tim, dan kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang agar kami bisa sama-sama menjaga PSS," bebernya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja