SLEMAN — Akhir pekan di kawasan Seturan, Sleman, mendadak riuh oleh gelak tawa dan sorak sorai. Suasana The Gardens Pool & Lounge yang biasanya menjadi tempat bersantai para anak muda Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026), mendadak hangat oleh persaingan sengit puluhan insan pers dari wilayah Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).
Hari itu, para jurnalis sejenak melepas kepenatan dari kejaran tenggat waktu berita dan padatnya agenda liputan. Mereka melangkah penuh percaya diri menuju meja hijau, memegang stik biliar, lalu membidik bola-bola warna-warni dengan tatapan tajam dan penuh fokus.
Turnamen Biliar Joglosemar 2026 yang diinisiasi oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI DIY ini dibuka langsung oleh Sekretaris PWI DIY, Primaswolo Sudjono. Sorot lampu arena dan tepuk tangan meriah mengiringi dimulainya kompetisi yang mengusung tema "Bersama, Bertanding, Berprestasi".
Dalam sambutannya, Primaswolo menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar panggung unjuk kebolehan, melainkan sarana krusial untuk mengukur peta kekuatan wartawan di Jawa Tengah dan DIY. Selain mempererat tali silaturahmi, turnamen ini menjadi kawah candradimuka resmi guna menyongsong Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
Baca Juga: Aksi Heroik Laura Basuki dan Prilly Latuconsina Ungkap Misteri Iblis Pemangsa Anak di Film Terbaru
Tensi pertandingan langsung memanas sejak laga perdana dimulai pukul 11.00 WIB. Menggunakan sistem gugur (single elimination), setiap peserta dituntut tampil presisi tanpa celah karena satu kesalahan kecil bisa langsung menghentikan langkah mereka.
Aroma persaingan antar-kontingen terasa kian membara di tiga nomor utama yang dipertandingkan, yaitu Bola 8, Bola 9, dan Bola 10. Decak kagum penonton kerap pecah saat sodokan akurat para jurnalis berhasil memasukkan bola-bola sulit ke dalam kantong meja.
Pada nomor Bola 8, dominasi atlet tuan rumah tak terbendung. Basuki dari PWI DIY tampil sangat tenang dan sukses mengamankan posisi pertama setelah mengandaskan perlawanan Candra dari PWI Jawa Tengah, disusul Taufik (PWI DIY) di tempat ketiga.
Dendam kekalahan PWI Surakarta terbayar tuntas pada kategori Bola 9. Arga yang tampil luar biasa impresif berhasil menyabet gelar juara pertama, mengungguli Basuki (PWI DIY) di peringkat kedua dan Dio (PWI Jawa Tengah) di posisi ketiga.
Puncak keseruan terjadi pada pertempuran nomor Bola 10 yang menguji mental serta ketahanan strategi. Taufik dari PWI DIY akhirnya keluar sebagai jawara, mengatasi Candra (PWI Jawa Tengah) yang harus puas menjadi runner-up, serta Gigih (PWI DIY) di urutan ketiga.
Baca Juga: Pantau MLSC Yogyakarta Seri 1, Coach Mochi Optimistis Sepak Bola Putri Indonesia Tembus Piala Dunia
Koordinator Biliar Siwo PWI DIY, Akhmad Ikhwanudin, mengaku bangga dengan kualitas permainan yang ditunjukkan para jurnalis. Menurutnya, sengitnya persaingan menjadi sinyal positif bahwa persiapan teknis dan mental para atlet menuju Porwanas Lampung sudah berada di jalur yang benar.
Ketua Siwo PWI DIY, Widyo Suprayogi, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan sponsor pendukung, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang telah berkomitmen menyukseskan pesta olahraga insan pers ini.
Keceriaan yang bertahan hingga petang menjadi bukti bahwa di balik rivalitas pencarian berita harian, solidaritas pers di kawasan Joglosemar tetap terjalin erat. Dari arena sederhana di Sleman hari ini, semangat kebersamaan dan optimisme meraih prestasi terus terpancar menuju panggung nasional 2027.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja