SLEMAN - Meski telah menelan dua kali kekalahan di awal kompetisi Super League musim 2026/2027, kondisi mental para pemain Laskar Sembada tidak goyah. Hal itu disampaikan Pelatih PSS Pieter Huistra usai memimpin latihan di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Kamis (17/9/2026) sore. "Tidak (mental tidak turun), saya rasa tidak," katanya.
Selain pemain, Huistra menegaskan mental jajaran pelatih juga tidak dibayangi trauma. Sebab tim sudah melakukan evaluasi secara dingin dan objektif berbasis performa di lapangan, terkait dua hasil minor yang lalu.
Menurut Huistra, saat PSS melawan Bali United, Dominikus Dion dan kawan-kawan bisa bermain bagus meskipun belum meraih hasil maksimal. Lalu saat menjamu Madura United, pelatih asal Belanda ini melihat permainan di timnya lebih dari sekadar seimbang.
Baca Juga: Warga Gelar Larung Kerbau di Pantai Carita, Doakan 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau
"Meskipun mungkin tidak terlihat dari skor akhir, kami memiliki lebih banyak peluang daripada Madura, mereka hanya lebih efektif," lontarnya.
Oleh karena itu, dalam latihan kali ini Huistra menekankan, transisi dan efisiensi serangan kepada timnya. Sebab, menurutnya, itu yang menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar bagi para anak asuhnya.
Apalagi, lanjut Huistra, persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menuntut penyelesaian akhir yang jauh lebih klinis ketimbang di kasta kedua. Kesalahan sekecil apa pun dalam mengonversi peluang bakal berbuah mahal.
Baca Juga: Pieter Huistra Sambut Baik Ikrar Damai Para Suporter PSS Sleman dan PSIM Jogja
"Inilah perbedaan besar antara Liga 1 dan Liga 2. Di Liga 2 Anda masih bisa membuang peluang, di Liga 1 Anda harus mencetak gol. Ini yang harus kami tingkatkan dengan cepat untuk bisa memenangkan pertandingan," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja