Topan Dujuan Ancam Asian Games 2026, Penyelenggara Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Perawati • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB
Nagoya berpotensi menghadapi ancaman topan. (Foto: berbagai sumber)
Nagoya berpotensi menghadapi ancaman topan. (Foto: berbagai sumber)

AICHI-NAGOYA – Panitia penyelenggara Asian Games 2026 meningkatkan kewaspadaan menyusul ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Badai tropis Dujuan diperkirakan bergerak menuju wilayah Jepang tengah dan berpotensi mendekati kawasan pesisir Aichi-Nagoya pada 21 September mendatang.

Ancaman tersebut menjadi perhatian karena Asian Games ke-20 dijadwalkan menggelar upacara pembukaan pada 19 September. Namun, sejumlah cabang olahraga telah lebih dulu dipertandingkan, termasuk sepak bola, bola basket, dan bola voli.

Pada Kamis (17/9), sekitar pukul 03.00 GMT atau 10.00 WIB, badai tropis Dujuan terpantau berada di lepas pantai Samudra Pasifik Jepang.

Baca Juga: Ikan Nila Dagu Hitam Bikin Thailand Kelimpungan, Ekosistem hingga Nelayan Terdampak

Badai tersebut bergerak ke arah barat laut menuju wilayah Jepang bagian tengah, yang mencakup Nagoya sebagai salah satu pusat penyelenggaraan Asian Games.

Dujuan membawa kecepatan angin maksimum sekitar 90 kilometer per jam, dengan hembusan angin mencapai 126 kilometer per jam.

Kewaspadaan penyelenggara semakin tinggi karena Nagoya dan wilayah sekitarnya baru saja menghadapi hujan deras pada pekan sebelumnya.

Cuaca ekstrem tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah sekolah ditutup dan operasional kereta api dihentikan akibat kondisi cuaca.

Dampaknya juga dirasakan para atlet. Ratusan atlet bahkan sempat dievakuasi dari tempat penginapan mereka sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi yang memburuk.

Situasi tersebut menjadi pengalaman penting bagi penyelenggara dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama Asian Games berlangsung.

Kepala Delegasi Jepang sekaligus anggota senior dewan eksekutif Japanese Olympic Committee (JOC), Kosei Inoue, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers, Kamis (17/9).

"Akibat hujan lebat dan cuaca buruk, beberapa kompetisi telah mengalami penundaan atau pengunduran, dan ada juga kemungkinan topan akan mendekat pada tanggal 21 September," kata Inoue kepada wartawan.

JOC Perkuat Mitigasi Bencana

Menghadapi kemungkinan kedatangan topan, JOC meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan.

Baca Juga: Demi Lindungi Bintangnya, Barcelona Tolak Lepas Raphinha ke Timnas Brasil

Sejumlah pertemuan internal terus dilakukan untuk memastikan rencana mitigasi bencana berjalan secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh kontingen memahami prosedur yang harus dilakukan jika cuaca ekstrem benar-benar melanda.

Penyelenggara juga harus memperhitungkan kondisi para atlet yang sudah menjalani pertandingan sebelum seremoni pembukaan resmi.

Dengan potensi Topan Dujuan mendekati wilayah Aichi-Nagoya pada 21 September, perkembangan cuaca akan menjadi salah satu faktor penting yang terus dipantau selama Asian Games 2026.

Keselamatan atlet, ofisial, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi prioritas utama apabila kondisi cuaca ekstrem benar-benar terjadi.

Editor : Bahana.
Asian Games 2026 Topan Dujuan Aichi-Nagoya Cuaca Ekstrem jepang