Refleksi PSIM Jogja usai Kalah di GBT, Van Gastel Jelaskan Strategi Pergantian Pemainnya

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:41 WIB
DENGAN 10 PEMAIN: Pemain PSIM Jop van der Avert  Jogja saat berebut bola dengan pemain Persebaya Ramadhan Sananta di GBT, Minggu (13/9/2026).
DENGAN 10 PEMAIN: Pemain PSIM Jop van der Avert Jogja saat berebut bola dengan pemain Persebaya Ramadhan Sananta di GBT, Minggu (13/9/2026).

JOGJA - PSIM Jogja harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua di menit ke-49 saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027, Minggu (13/9/2026). Namun, Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel baru melakukan pergantian pemain pertamanya pada menit ke-72.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) itu, Adrian Purczycki mendapat kartu merah langsung pada awal babak kedua. Kondisi tersebut membuat PSIM harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit selama lebih dari 40 menit.

Menariknya, Van Gastel tidak langsung melakukan perubahan komposisi setelah kehilangan Purczycki. Pergantian pertama baru dilakukan pada menit ke-72 ketika Savio Sheva ditarik keluar dan digantikan Ahmad Agung.

Baca Juga: Belum Puas dengan Gol Perdana, Matheus Fornazari Soroti Finishing PSS Sleman 

PSIM kemudian kebobolan pada menit ke-80 melalui sundulan Alex Martins. Lima menit berselang, Van Gastel baru melakukan perubahan besar dengan memasukkan empat pemain sekaligus, yakni Raka Cahyana, M. Iqbal, Mauro Caballero, dan Marvin Loria.

Bagi Mauro Caballero dan Marvin Loria, masuk pada menit ke-85 itu sekaligus menjadi debut mereka bersama PSIM dalam pertandingan resmi.

Van Gastel sendiri memiliki alasan untuk tidak terburu-buru mengubah susunan pemain setelah kartu merah Purczycki. Menurutnya, pemain-pemain yang berada di lapangan masih mampu menjalankan tugas dengan baik untuk menjaga pertahanan PSIM dan menjalankan skemanya.

"Saya pikir kami bertahan dengan baik dan tidak ada kebutuhan melakukan pergantian pemain. Hanya Savio yang mengalami kram, jadi harus menggantinya. Pemain lainnya dalam kondisi fit dan bermain dengan baik," kata Van Gastel, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Pengerjaan Capai 42 Persen, Jembatan Kewek Ditarget Rampung sebelum Nataru

Pelatih asal Belanda ini baru mengubah komposisi secara lebih agresif setelah Persebaya berhasil mencetak gol. Menurutnya, ketika tim sudah tertinggal, PSIM memang harus melakukan penyegaran untuk mengejar gol penyeimbang.

"Ketika kami kebobolan, kami harus mencoba mencetak gol. Itu sebabnya kami memasukkan pemain-pemain baru untuk memberi penyegaran," ujarnya.

Van Gastel menegaskan, perubahan besar tersebut sebenarnya tidak akan dilakukan apabila PSIM mampu mempertahankan skor tanpa kebobolan. Ia menilai pemain yang sejak awal berada di lapangan masih mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik.

"Kalau kami tidak kebobolan, saya pikir kami akan mengakhiri pertandingan dengan pemain-pemain yang memulai pertandingan, kecuali Savio," tegasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 Adrian Purczycki PSIM Jop Van der Avert Jean Paul van Gastel