Dari Laga Sore ke Malam Hari Jadi Persiapan Ondrej Rudzan jelang PSIM Hadapi Persebaya

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:39 WIB
Pemain PSIM Jogja asal Republik Ceko Ondrej Rudzan. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pemain PSIM Jogja asal Republik Ceko Ondrej Rudzan. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 JOGJA - Ondrej Rudzan bakal menghadapi pengalaman berbeda pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 bersama PSIM Jogja. Setelah menjalani debut dalam pertandingan sore hari pekan lalu, bek asal Republik Ceko itu kini bersiap tampil pada laga malam ketika Laskar Mataram bertandang ke markas Persebaya Surabaya.

PSIM dijadwalkan menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9) malam. Pertandingan ini menjadi kesempatan kedua bagi Rudzan merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia setelah sebelumnya tampil dalam laga pembuka menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9/2026).

Pada laga debut lalu, Rudzan bermain dalam kondisi cuaca yang cukup terik. Situasi itu menjadi salah satu hal yang perlu diadaptasi pemain 28 tahun tersebut, setelah sebelumnya lebih banyak bermain di kompetisi Eropa.

Baca Juga: Imbas Kasus Kekerasan Seksual, Kemenag DIJ Layangkan Surat Peringatan pada Pondok Ash-Sholihah

Meski begitu, Rudzan menilai cuaca panas bukan persoalan yang harus dijadikan alasan. Menurutnya, seluruh pemain menghadapi kondisi yang sama ketika pertandingan berlangsung pada sore hari. "Mengenai cuaca, memang tidak mudah, tetapi kondisinya menurut saya juga sama bagi semua pemain," tuturnya, Jumat (11/9/2026).

Rudzan juga merasa karakter permainannya yang mengandalkan banyak pergerakan justru membantu proses adaptasinya lebih cepat dengan kondisi cuaca di Indonesia. "Karena tipe permainan saya banyak berlari, hal ini tidak terlalu menyulitkan bagi saya, meskipun terik matahari tetap menjadi tantangan," tambahnya.

Kini, situasi yang dihadapi Rudzan bersama PSIM bakal berbeda. Pertandingan kontra Persebaya berlangsung pada malam hari, sehingga pemain bertahan ini memprediksi kondisi di lapangan akan lebih nyaman dibandingkan ketika menghadapi Persita saat sore hari.

Baca Juga: Kontrak Setahun, Marvin Loria Ingin Bertahan Lebih Lama di PSIM meski Belum Rasakan Debut

"Minggu lalu suhunya cukup baik, dan jika matahari sudah terbenam, kondisinya akan sempurna untuk pertandingan. Berikutnya kami akan berlaga pukul 19.00, jadi cuacanya akan terasa lebih nyaman bagi tim maupun bagi saya pribadi," paparnya.

Perubahan waktu pertandingan ini menjadi bagian dari proses adaptasi Rudzan bersama PSIM. Setelah merasakan langsung intensitas pertandingan sore di pekan pertama, ia kini harus bersiap menghadapi atmosfer pertandingan malam sekaligus karakter permainan berbeda dari Persebaya.

Selain faktor cuaca, Rudzan juga membawa evaluasi dari laga debutnya bersama Laskar Mataram. PSIM harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persita setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Baca Juga: Pasar Sepi dan Retribusi Tetap Jalan Disoal Pedagang Pasar Bantul, DKUKMPP Akan Lakukan Kajian

"Itu kesalahan kami, dan kami harus memperbaikinya karena permainan tim kami belum cukup baik. Lawan menunggu kesalahan kami dan kami terlalu mudah kehilangan bola," bebernya.

Karena itu, Rudzan menilai PSIM perlu memperbaiki sejumlah aspek permainan sebelum melakoni laga tandang pertama musim ini.

Dengan pengalaman pekan pertama itu, Rudzan dan PSIM kini bersiap menghadapi tantangan berbeda di GBT. Laga kontra Persebaya sekaligus menjadi kesempatan Laskar Mataram untuk memburu kemenangan perdana setelah hanya mengamankan satu poin dari pertandingan pembuka.

"Kami harus tampil lebih baik dalam kombinasi permainan, lebih sering mengubah ritme, serta meningkatkan performa di area penyerangan maupun pertahanan," tegas pemain kelahiran 25 Juli 1998 itu. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 stadion sultan agung Stadion Gelora Bung Tomo persebaya surabaya Republik Ceko