Piala Kades Margoyoso Jadi Ajang Seleksi untuk Pemain Bupati Magelang Cup

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 03:30 WIB
Masing-masing tim unjuk gigi memperebutkan Piala Kades Margoyoso, Kamis (10/9).
Masing-masing tim unjuk gigi memperebutkan Piala Kades Margoyoso, Kamis (10/9).

 

 

 

MUNGKID - Turnamen sepak bola bertajuk Piala Kades Margoyoso mulai bergulir. Kompetisi edisi keempat ini menjadi satu arena untuk menyaring pemain potensial yang diproyeksikan memperkuat tim Kecamatan Salaman dalam perhelatan Bupati Cup 2026.

 

Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung di Desa Margoyoso, Salaman. Kompetisi digelar mulai 10 September hingga 27 September 2026 dengan sistem gugur.

 

Ketua Panitia Piala Kades Margoyoso, Nur Taufik menjelaskan, turnamen tahun ini diikuti tim-tim dari wilayah Kecamatan Salaman. Peserta berasal dari desa, sekolah, hingga tim yang mewakili tuan rumah.

Baca Juga: Galang Dana Rp 812 Juta lewat Konser Amal, Musisi Jogja Salurkan Bantuan Korban Bencana NTT

 "Nantinya akan ada tim kecamatan yang mau dikompetisikan di Piala Bupati Kabupaten Magelang," katanya, Kamis (10/9).

 

Nur Taufik menyebut, 16 tim yang berpartisipasi terdiri atas perwakilan desa dan dua sekolah, yakni Al-Iman dan Muhammadiyah Salaman. Dari total peserta itu, terdapat sembilan desa yang mengirimkan tim. Ada pula yang mengirimkan dua tim.

 

Selain itu, Desa Margoyoso sebagai tuan rumah mengirimkan empat tim. Sementara dua tim lainnya berasal dari unsur sekolah. Sehingga tidak seluruh desa di Kecamatan Salaman dapat mengirimkan tim.

Baca Juga: Meninggal Sudah Empat Hari, Lansia di Gamping Ditemukan karena Curiga Ada Bau Tak Sedap

Satu ketentuan yang diterapkan panitia adalah pemain wajib memiliki KTP Salaman. Adapun batas usia pemain tidak ditentukan secara khusus karena kompetisi dibuka secara umum. "Usianya bebas. Kita terbuka," kata Nur Taufik.

 

Kepala Desa Margoyoso Adi Daya Perdana menuturkan, ada hal yang membedakan Piala Kades Margoyoso dengan turnamen sepak bola pada umumnya. Pertandingan tidak menggunakan format 11 pemain dalam satu tim, melainkan hanya sembilan pemain.

 

Dia mengatakan, format sembilan pemain diterapkan menyesuaikan kondisi lapangan yang digunakan untuk pertandingan. "Karena memang lapangan yang ada digunakan ini cukup untuk sembilan," bebernya.

Baca Juga: Meninggal Sudah Empat Hari, Lansia di Gamping Ditemukan karena Curiga Ada Bau Tak Sedap

Sistem pertandingan menggunakan format gugur. Setiap tim hanya memiliki satu kesempatan dalam setiap babak. Tim yang kalah langsung tersingkir, sedangkan pemenang melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya hingga mencapai final.

 

Dia berharap, Piala Kades Margoyoso tidak sekadar menambah kualitas pertandingan. Tetapi juga memberikan gambaran nyata kepada pemain lokal mengenai standar permainan di level yang lebih tinggi.

 

Adi mengatakan, Pemdes Margoyoso sengaja menggelar kompetisi tersebut sebagai bagian dari upaya memunculkan dan mengembangkan potensi sepak bola dari tingkat desa. "Nantinya kita persiapkan untuk ikut dalam seleksi Bupati Cup yang akan segera dilaksanakan pada akhir September ini," ujarnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
piala kades margoyoso Magelang seleksi pemain Unjuk Gigi bupati cup