PSIM Siapkan Blueprint Youth Development hingga Lima Tahun ke Depan, Bidik Bibit Lokal

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 22:11 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - PSIM Jogja mulai serius membangun fondasi pembinaan pemain muda sebagai bagian dari rencana jangka panjang klub. Manajemen Laskar Mataram bahkan telah menyiapkan blueprint atau cetak biru Youth Development atau pengembangan usia muda hingga lima tahun ke depan.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk membentuk pemain muda, tetapi juga menjadi jalur bagi talenta-talenta lokal di DIY untuk menembus tim utama PSIM.

Direktur Utama PSIM Liana Tasno mengatakan, pembinaan pemain muda menjadi salah satu proyek yang ingin dikembangkan secara serius. Namun program itu tetap harus berjalan beriringan dengan kebutuhan performa tim utama atau tim senior.

"Untuk project Youth Development dari PSIM ini saya betul-betul mempunyai idealisme tersendiri. Saya mau serius, tapi juga saya harus seimbangkan dengan performa yang ada di first team," kata Liana, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Regulasi Baru Super League Tak Izinkan Official Training Tim Tamu, Ini Kata Pemain PSIM Ze Valente

Menurutnya, PSIM bersama jajaran staf kepelatihan telah menyusun blueprint pembinaan untuk lima tahun mendatang. Penyusunannya juga melibatkan Asisten Coach PSIM Guntur Cahyo Utomo, sehingga program pembinaan pemain muda dapat memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tim utama.

"Kita sudah membuat blueprint-nya bersama juga dengan asisten head coach, Coach Guntur yang ada di first team. Kita sudah membuat blueprint-nya untuk lima tahun ke depan," ujarnya.

Program itu kini dikembangkan melalui PSIM Akademi Bintang Cendekia (ABC). Liana menjelaskan, nama itu merepresentasikan visi manajemen untuk menghasilkan pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan sepak bola, tetapi juga karakter dan integritas.

"PSIM Youth ini bisa melahirkan pemain bintang yang cendekia. Cendekia artinya berintegritas, berkarakter baik, dan mempunyai hati yang mau kontribusi untuk nasional. Tapi dia bintang," jelas Liana.

Baca Juga: Dua Pemain Anyar PSS Sleman  Pedro Caracoci dan Stefan Ashkovski Siap Tampil Jamu Madura United

PSIM ABC juga diarahkan menjadi wadah bagi potensi-potensi muda dari DIY. Talenta yang berkembang di dalam sistem tersebut nantinya diharapkan memiliki jalur yang jelas untuk melanjutkan karier profesional bersama tim utama PSIM.

"Ini menjadi wadah bagi potensi-potensi di DIY dan juga menjadi wadah jalan, jalur untuk potensi-potensi untuk masuk ke first team PSIM untuk menjalankan karier profesional sepak bola," tuturnya.

Liana menyebut program pembinaan itu sebelumnya telah melewati tahap awal melalui pilot project. Salah satu hasil yang membuat manajemen optimistis adalah munculnya Athaullah Daib, kiper muda yang kemudian mendapatkan kesempatan bergabung dengan tim utama PSIM.

"Walaupun kemarin baru pilot project, kita sudah melahirkan satu generasi muda Daib, dari goalkeeper kita. Dan itu membuat saya senang sekali," ungkapnya.

Ke depan, Liana berharap keberadaan Daib tidak menjadi kasus tunggal. Ia ingin sistem pembinaan PSIM mampu menghasilkan lebih banyak pemain muda yang memiliki jalur menuju tim utama.

Baca Juga: Kembali Rasakan Atmosfer Away, Brajamusti dan The Maident Antusias Kawal PSIM ke Markas Persebaya

Dengan blueprint lima tahun itu, PSIM ingin pembangunan pemain muda tidak berjalan terpisah dari kebutuhan tim utama. Manajemen menargetkan adanya kesinambungan antara proses scouting, pembinaan, hingga peluang pemain muda mendapatkan tempat di skuad senior.

"Saya kepengin banget melihat sosok Daib yang lain. Bahkan maunya ngelihat seperti Cahya Supriadi yang lahir dari PSIM ABC," tambahnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Youth Development Guntur Cahyo Utomo PSIM Laskar Mataram Liana Tasno