SLEMAN - Kekalahan 1-2 dari Bali United pada laga pembuka Super League musim 2026/2027 lalu menjadi bahan evaluasi mendalam PSS Sleman. Tak ingin kembali kehilangan poin, tim Super Elang Jawa bersiap melakukan rotasi pemain jelang laga kandang kontra Madura United di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (12/9/2026) mendatang.
Sinyal perubahan komposisi pemain tersebut disampaikan langsung pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra. Juru taktik asal Belanda itu mengisyaratkan bakal ada perubahan komposisi pemain di dalam skuadnya guna meraih hasil maksimal di hadapan publik sendiri. "Mungkin akan ada beberapa perubahan, ya," katanya, Rabu (9/9/2026).
Kendati demikian, mantan pelatih Borneo FC itu masih enggan membeberkan secara spesifik sektor mana yang bakal mendapat sentuhan rotasi, termasuk potensi perombakan di barisan juru gedor Laskar Sembada.
Baca Juga: 71 Korban Keracunan MBG di Jetis dari Empat Sekolah, Screening 1.300 Penerima Belum Tuntas
"Kalau itu (lini penyerangan) saya belum tahu, kami masih punya beberapa hari lagi. Saya harus selalu berhati-hati dengan hal-hal seperti ini karena kami tahu kami punya opsi yang berbeda," lontarnya.
Menurutnya, kedalaman skuad PSS Sleman pada musim ini dinilai cukup mumpuni untuk menerapkan skema bongkar pasang pemain. Kehadiran sejumlah pilar yang baru pulih dari cedera serta jajaran pemain cadangan berkualitas memberikan fleksibilitas bagi tim pelatih untuk meramu komposisi yang ideal.
"Jadi kita punya opsi untuk melakukan perubahan," tegasnya.
Baca Juga: Akhir Bulan Tetap Bisa Makan Enak, Penyetan Mbok Kaliyem Babarsari Jadi Pilihan Hemat Anak Kos
Tak hanya itu, bagi Huistra, eksperimen atau penyegaran formasi yang akan diterapkan pada laga melawan Madura United nanti bukan semata-mata demi menemukan kestabilan permainan timnya. Target poin penuh di markas sendiri menjadi harga mati saat menjamu Laskar Sape Kerrab akhir pekan nanti.
"Mungkin satu atau dua posisi akan diganti. Kami mencari keseimbangan dalam tim. Dan saya pikir itu yang paling penting," ujarnya. (ayu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita