PSS Sleman Perluas Akses Sepak Bola bagi Disabilitas, Gandeng Tiga Komunitas Terapkan Sistem Ini

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 21:37 WIB
Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti. Rizky Wahyu/Radar Jogja 
Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti. Rizky Wahyu/Radar Jogja 

 SLEMAN - PSS Sleman memastikan tetap menyediakan akses menonton pertandingan bagi penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan pada setiap laga kandang Super League 2026/2027. Musim ini, manajemen Laskar Sembada menggandeng tiga komunitas disabilitas dengan sistem bergilir untuk memperluas penerima manfaat.

Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti mengatakan, pada musim ini pihak panitia pelaksana (panpel) bakal menerapkan sistem bergilir (rolling) bagi komunitas disabilitas maupun panti asuhan untuk menyaksikan langsung aksi para penggawa Super Elja. Langkah ini diambil agar cakupan penerima manfaat bisa lebih luas dibanding pada musim sebelumnya.

"Kalau season sebelumnya kita baru menggandeng satu komunitas, untuk musim ini rencananya ada beberapa, termasuk panti asuhan. Nanti kami buatkan jadwalnya," katanya, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: 71 Korban Keracunan MBG di Jetis dari Empat Sekolah, Screening 1.300 Penerima Belum Tuntas

Mengenai kapasitas penonton, manajemen mengalokasikan kuota sebanyak 25 orang di setiap laga kandang. Sejauh ini, sudah ada tiga organisasi yang terdata dan masuk dalam skema fasilitas tersebut, salah satunya adalah Komunitas Sadar Belajar (KSBI).

Manajemen juga tak menutup kemungkinan untuk menambah daftar komunitas jika ada yang mengajukan permohonan sepanjang 18 laga kandang musim ini. Selain skema rotasi, PSS Sleman juga melakukan penyesuaian tata letak tribun demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan (safety) penonton berkebutuhan khusus.

"Suporter away nantinya ditempatkan di tribun Timur Utara. Kalau sebelumnya kan di Utara Barat yang terlalu dekat dengan teman-teman disabilitas. Jadi demi keamanan, kami pindahkan tempatnya," lontarnya. 

Baca Juga: Patroli Diperkuat! Siapkan Personel Kawal Pilur Serentak di Gunungkidul jelang Coblosan

Bagi manajemen, program tersebut bukan sekadar memberikan akses menonton pertandingan sepak bola, melainkan bentuk kepedulian sosial untuk memberikan kesetaraan hak serta ruang bermimpi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak yatim piatu.

"Ini bukan hanya tentang mendukung PSS Sleman, tetapi bagaimana mengajarkan teman-teman yang berkebutuhan khusus untuk bermimpi melihat idolanya. Kami semua punya hak yang sama. Kesannya panti asuhan itu eksklusif, nah kami mencoba merangkul mereka," tandasnya. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Perluas Akses Sistem bergilir menonton pertandingan PSS Sleman Disabilitas