BANTUL - Menjelang usia kelima pada awal Oktober mendatang, Sekolah Sepak Bola (SSB) Bangunharjo terus menegaskan komitmennya dalam membina talenta muda lokal. Tidak muluk-muluk, SSB yang berbasis di Kalurahan Bangunharjo, Sewon, ini berambisi mencetak pesepak bola yang mampu menembus kompetisi level nasional.
Pelatih SSB Bangunharjo Sudarmaji mengatakan, mimpi dari pengurus SSB hanya sederhana, bisa melihat anak-anak asli daerahnya melenggang ke panggung nasional. Oleh karena itu, pembinaan yang konsisten dan berjenjang terus dilakukan, meski dengan berbagai keterbatasan fasilitas.
"Harapan kami ke depan, SSB Bangunharjo semakin progresif secara pelatihan. Kami ingin membina anak-anak agar bisa tembus ke level nasional. Minimal ada satu atau dua anak yang bisa sampai ke sana saja kami sudah sangat senang," katanya kepada Radar Jogja, Minggu (6/9).
Baca Juga: Nasib Berbeda Dialami Dua Tim DIY di Awal Super League; PSIM Satu Poin, PSS Rela Telan Kekalahan
Sudarmaji mengungkapkan, sebenarnya langkah untuk menuju ke level nasional sudah mulai dirintis. Saat ini ada beberapa anak didik dari SSB Bangunharjo yang tengah mencoba peruntungan di panggung kompetisi usia muda berskala nasional, seperti Elite Pro Academy (EPA).
Total ada tiga pemain SSB Bangunharjo dari kelompok umur (KU) 15 yang telah mengikuti seleksi di EPA PSIM Jogja.
"Meski masih menunggu hasil, kami sudah senang anak-anak bisa dipanggil seleksi. Karena ini jadi pengalaman berharga bagi mereka untuk meniti jenjang yang lebih tinggi," tegasnya.
SSB Bangunharjo ini sejatinya memiliki filosofi yang menarik, yakni tetap memegang teguh filosofi pemberdayaan potensi lokal. Menurut Sudarmaji untuk kelompok usia dini (grassroot), seluruh pemain merupakan anak-anak asli Kalurahan Bangunharjo.
Baca Juga: Sempat Absen karena Sakit Punggung, Pedro Caracoci Diharapkan Segera Pulih dan Perkuat PSS Sleman
"Untuk grassroot, kami murni memberdayakan anak-anak Bangunharjo. Kalah atau menang, yang berlaga adalah anak-anak kami sendiri. Itu jadi kebanggaan tersendiri bagi warga dan pengurus," lontarnya.
Sementara untuk kategori usia yang lebih tinggi seperti kelompok Piala Soeratin, SSB Bangunharjo tetap memprioritaskan pemain lokal. Meski tidak menutup pintu bagi pemain luar daerah melalui proses seleksi ketat.
"Kami tidak pernah pinjam pemain, tapi kalau mereka mau datang, mau ikut ya kami terbuka. Tapi itu tidak langsung kami terima. Tetap kami seleksi kalau untuk Soeratin," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja