JOGJA - Penyerang anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau punya karakter yang cukup spesifik sebagai seorang striker. Pemain asal Spanyol ini mengaku paling nyaman ketika bermain di area kotak penalti dan memanfaatkan peluang dengan sentuhan pertama.
Karakter tersebut bukan tanpa dasar. Dalmau pernah menunjukkan ketajamannya ketika bermain untuk Heracles Almelo di Eredivisie atau kasta tertinggi sepak bola Belanda pada musim 2018/2019.
Pada musim itu, Dalmau mencetak 19 gol dari 31 pertandingan. Catatan itu menempatkannya di peringkat ketiga daftar pencetak gol Eredivisie, hanya berada di bawah Dušan Tadić dan Luuk de Jong yang sama-sama mengoleksi 28 gol.
Baca Juga: Laga Perdana BRI Super League Kurang dari Sepekan, PSIM Bidik Start Positif saat Hadapi Persita
Bahkan 19 gol itu menjadi catatan penting dalam musim debut Dalmau bersama Heracles. Klub tersebut juga mencatat Dalmau sebagai salah satu pemain yang tampil menonjol pada musim 2018/2019.
Kini, setelah beberapa tahun berkarier di Eropa, Dalmau membawa karakter tersebut ke PSIM Jogja. Ia menilai gaya bermain Laskar Mataram yang ofensif dan mengandalkan kombinasi antarpemain sesuai karakter yang dimilikinya sebagai penyerang.
"Saya tipe striker yang sangat suka gaya bermain ofensif dan kombinatif. Saya bisa bermain dengan gaya seperti itu, tetapi kualitas terbaik saya adalah bermain di dalam kotak penalti untuk mencetak gol," kata Dalmau, Selasa (1/9).
Dalmau menjelaskan, dirinya tidak hanya mengandalkan kemampuan menyelesaikan peluang melalui tembakan. Ia juga merasa memiliki kemampuan memanfaatkan bola yang datang ke area berbahaya dengan cepat.
Baca Juga: Pernah Bela PSS Sleman dan Kini di PSIM Jogja, Ze Valente Ingin Derby Tetap Berlangsung di DIY
"Sebagian besar gol di karier saya tercipta dari sentuhan pertama di kotak penalti. Jadi, ini tentang membangun timing dengan rekan-rekan setim untuk mencetak gol," ujarnya.
Menurut Dalmau, kemampuan membaca waktu dan situasi ketika berada di kotak penalti menjadi salah satu aspek yang bisa membuatnya memberikan perbedaan dalam pertandingan. Karena itu, kerja sama dengan pemain-pemain PSIM akan menjadi bagian penting dari upayanya menciptakan peluang.
Dalmau kini bersiap menjalani musim pertamanya bersama PSIM di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan rekam jejak ketajamannya di Belanda dan karakter sebagai striker yang mengandalkan penyelesaian akhir di kotak penalti, ia diharapkan mampu menjadi salah satu opsi utama Van Gastel di lini depan Laskar Mataram.
"Saya berharap ketika saya mendapat menit bermain, di situ saya bisa membuat perbedaan," tutur pemain yang memiliki kaki kanan sebagai kaki terkuat itu. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja