Pernah Bela PSS Sleman dan Kini di PSIM Jogja, Ze Valente Ingin Derby Tetap Berlangsung di DIY

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:52 WIB
Pemain PSIM Jogja asal Portugal Ze Valente. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pemain PSIM Jogja asal Portugal Ze Valente. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Derby DIY antara PSIM Jogja dengan PSS Sleman akan kembali tersaji di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini di BRI Super League 2026/2027. Namun, kekhawatiran dan potensi pertandingan akan digelar di luar DIJ juga menjadi perhatian tersendiri, mengingat rivalitas panjang kedua tim dan suporter.

Laskar Mataram dan Laskar Sembada dijadwalkan bertemu dua kali sepanjang musim ini. Pertemuan pertama berlangsung pada 10 Desember 2026, PSIM bertindak sebagai tuan rumah. Kemudian, PSS giliran menjamu PSIM pada 20 Februari 2027.

Gelandang PSIM Ze Valente berharap kedua pertandingan itu tetap dapat digelar di wilayah DIY nantinya. Menurutnya, kembalinya Derby DIY di kasta tertinggi merupakan sesuatu yang spesial.

"Menurut saya, ini sangat indah. Sudah lama mereka tidak bermain melawan satu sama lain di divisi yang sama. Jadi, saya sangat senang dengan hal itu," kata Ze, Senin (31/8).

Baca Juga: Launching Jersey Baru, PSIM Tonjolkan Identitas Jogja lewat Motif Batik Parang

Pemain asal Portugal ini memang memiliki kedekatan tersendiri dengan kedua klub. Sebelum bergabung dengan PSIM saat ini, Ze pernah memperkuat PSS Sleman saat kali pertama berkarir di sepak bola Indonesia.

Karena itu, Ze memahami duel PSIM dan PSS memiliki rivalitas tersendiri. Dia juga mengetahui adanya kemungkinan pertandingan dipindahkan ke kota lain karena pertimbangan keamanan.

"Saya tahu konteks rivalitasnya, dan sayangnya mungkin pertandingan akan dipindah ke kota lain atau sesuatu seperti itu. Menurut saya, itu sangat menyedihkan," ujarnya.

Secara pribadi, Ze berharap seluruh pihak dapat mengambil peran untuk memastikan derby tetap berlangsung di DIY. Menurutnya, aparat kepolisian, pemain, hingga suporter harus sama-sama memahami posisi masing-masing.

"Saya pikir sudah waktunya polisi melakukan tugasnya. Sudah waktunya bagi pemain dan para suporter juga memahami bahwa kami adalah rival di dalam lapangan saja," tutur Ze.

Baca Juga: Inovasi PSIM Buka Tiket Terusan Satu Musim, Harga Mulai Rp 925 Ribu untuk 17 Laga Kandang

Menurutnya, rivalitas tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghilangkan kesempatan kedua tim bertanding di kota asal mereka. Dia ingin PSIM dan PSS membuktikan bahwa derby dapat berlangsung dengan aman, tanpa dipindah ke kota lain.

"Saya pikir kami layak mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa pertandingan derby bisa dimainkan di Jogja dan Sleman, di kota ini,"  tegasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Derby DIY PSS Sleman Super League Ze Valente PSIM Jogja