SLEMAN - Kick off kompetisi Super League musim 2026/2027 tinggal hitungan hari. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu akan mulai 4 September 2026 nanti.
PSS Sleman menjadi kontestan pembuka kompetisi ini. Tim berjuluk Super Elang Jawa ini dijadwalkan menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Bali, malam hari.
Menatap laga krusial ini, Pelatih PSS Pieter Huistra menegaskan anak asuhnya sama sekali tidak gentar. Saat ini pelatih asal Belanda itu menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap tenang dan berfokus pada kekuatan internal tim ketimbang mengkhawatirkan kekuatan lawan.
"Saya tidak pernah khawatir. Rasa khawatir itu bukan untuk kami dan kami fokus pada diri sendiri," jelasnya, Senin (31/8).
Baca Juga: Pemain Muda PSS Sleman Muhammad Isfandyar Masuk Skuad Timnas untuk Kualifikasi AFC U-20
Kendati demikian, Huistra tetap menyatakan tidak akan menganggap remeh tim berjuluk Serdadu Tridatu itu. Analisis mendalam mengenai peta kekuatan dan kelemahan lawan tetap menjadi menu wajib bagi tim pelatih sebelum bertandang ke Pulau Dewata.
"Kami selalu memainkan permainan sendiri, mencoba memanfaatkan kelemahan lawan, dan mewaspadai titik kuat mereka. Itulah kenapa kami harus menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik," bebernya.
Dalam menyongsong kompetisi Super League musim 2026/2027, Huistra ingin PSS bisa terus berkembang. Sebab pelatih berusia 59 tahun ini telah mematok standar tinggi bagi Laskar Sembada.
Maka dari itu, saat ini Huistra terus melakukan evaluasi mendalam terhadap timnya. Seluruh lini permainan terus digenjot, agar performa tim terus meningkat sepanjang bergulirnya kompetisi nanti.
"Kami harus menaikkan standar tahun ini. Jadi setiap aspek pertahanan, penyerangan, hingga set piece semuanya bisa dan terus kami perbaiki, bahkan semasa musim berjalan. Hanya itu satu-satunya cara untuk menjadi tim yang lebih baik dan meraup lebih banyak poin," ujarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja