JOGJA - PSIM Jogja tak ingin pertandingan menghadapi Deltras Sidoarjo dalam agenda launching tim dan jersey musim 2026/2027 sekadar menjadi seremoni. Laskar Mataram membidik kemenangan sekaligus ingin menunjukkan perkembangan tim kepada suporter di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (29/8).
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel menyebut, laga ini menjadi kesempatan bagi timnya untuk memperlihatkan cara bermain yang selama ini dibangun sepanjang pramusim. Meski berstatus pertandingan persahabatan, Van Gastel memastikan PSIM tetap membawa ambisi meraih hasil positif.
"Kami ingin tunjukkan diri kami kepada para suporter. Kami ingin membuat pertandingan yang bagus dan mudah-mudahan kami bisa menang," kata Van Gastel, Jumat (28/8).
Van Gastel menyadari, hasil pertandingan persahabatan tidak memiliki bobot yang sama dengan kompetisi resmi. Namun khusus untuk laga launching, kemenangan tetap menjadi sesuatu yang diinginkan.
"Seperti yang saya katakan, di liga kami selalu masuk dengan niat yang sama. Begitu juga dalam laga persahabatan. Hanya saja, hasil laga persahabatan tidak sepenting hasil di liga itu sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Meski Sudah Jalani Enam Laga Uji Coba, Van Gastel Akui PR bagi Skuad PSIM Jogja Belum Usai
Karena itu, PSIM akan tetap berusaha tampil dengan intensitas dan pendekatan permainan yang selama ini mereka terapkan. Van Gastel juga berharap Deltras datang dengan keinginan yang sama untuk memainkan pertandingan secara kompetitif.
"Ini pertandingan launching, tentu kami ingin menang. Kami akan berusaha menang dan semoga menjadi laga yang bagus. Mudah-mudahan Deltras juga ingin bermain dengan baik," tutur pelatih asal Belanda tersebut.
Bagi Deltras, pertemuan dengan PSIM justru menjadi bagian dari proses pematangan skuad. Pelatih Deltras Leonard Tupamahu menilai, pertandingan melawan tim yang berada di kasta tertinggi seperti PSIM bisa memberi pengalaman berharga, khususnya bagi pemain-pemain muda.
Deltras sendiri diakui masih dalam tahap membangun tim. Leo menyebut sekitar 70 persen pemain dalam skuadnya merupakan pemain baru. Kondisi itu membuat pertandingan dengan lawan berkualitas dibutuhkan untuk mempercepat terbentuknya chemistry antarpemain.
"Ini bagus buat kita, terutama buat para pemain, pemain-pemain muda. Mereka menambah jam terbang dan menambah pengalaman mereka," katanya.
Baca Juga: Kesan Ondrej Rudzan Jalani Petualangan Pertama di Indonesia Bersama PSIM Jogja
Leo sendiri menilai PSIM memiliki kualitas yang layak menjadi ujian bagi Deltras. Ia menyoroti kombinasi pemain asing dan lokal yang dimiliki Laskar Mataram, termasuk sosok Van Gastel di kursi pelatih.
"PSIM tim yang bagus. Mereka punya pemain-pemain asing yang juga berkualitas, lokalnya juga kualitas, pelatih mereka juga bagus, saya tahu," ujarnya.
Salah seorang pemain yang menjadi perhatian Leo adalah gelandang PSIM Ze Valente. Pemain asal Portugal itu dinilai memiliki kualitas yang perlu diantisipasi Deltras dalam pertandingan nanti. "Di gelandang mereka ada Zé Valente yang harus kita waspadai juga," tegasnya.
Deltras juga membawa modal dari pertandingan uji coba sebelumnya melawan Arema. Leo menyebut timnya mulai menunjukkan perkembangan dalam hal kombinasi permainan. Hal itu akan kembali diuji ketika menghadapi PSIM.
Dengan komposisi skuad yang relatif baru, Leo berharap laga kontra PSIM membantu pemain Deltras semakin kompak sebelum kompetisi resmi dimulai. Chemistry menjadi pekerjaan penting yang terus dikejar dalam sisa persiapan.
"Saya harap nanti ketika makin dekat kompetisi sesungguhnya, mereka semakin kompak satu sama lain. Pengertiannya sudah terjalin dari dalam lapangan," tambahnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja