JOGJA - Pemain anyar PSIM Jogja Ondrej Rudzan mulai merasakan pengalaman baru dalam perjalanan kariernya setelah bergabung dengan Laskar Mataram untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Bek asal Republik Ceko ini untuk kali pertama berkarier di Indonesia. Meski demikian, Indonesia bukan pengalaman pertamanya berada di kawasan Asia. Sebelumnya Rudzan sempat beberapa kali mengunjungi Shanghai, Tiongkok karena sang kakak pernah bekerja di negara tersebut.
Namun, pengalaman itu tetap tidak membuatnya sepenuhnya terkejut ketika tiba di Indonesia. Salah satu hal yang langsung dirasakan Rudzan adalah perbedaan cuaca, terutama suhu dan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
"Ketika saya sampai ke sini, hal pertama yang saya rasakan adalah temperatur dan cuacanya yang berbeda," kata Rudzan, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: PSS Sleman Masih Berburu Pemain Lokal, Tak Mudah karena Banyak Yang Sudah Terikat Klub
Rudzan mengaku masih dalam proses beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kendati demikian, pemain yang bisa beroperasi sebagai bek kiri, bek tengah, maupun gelandang bertahan itu memilih untuk bersikap terbuka terhadap pengalaman barunya bersama PSIM.
"Saya ingin terbuka dan adaptasi secepat mungkin. Sekarang saya pikir akan baik, meski masih bisa lebih baik lagi. Saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya dan saya yakin semua akan baik-baik saja," ujarnya.
Selain cuaca, persoalan bahasa juga menjadi tantangan tersendiri bagi Rudzan. Ia mengakui kemampuan bahasa Inggrisnya masih perlu ditingkatkan. Sebab, secara garis besar ia lebih sering dan terbiasa menggunakan bahasa Ceko.
Kondisi itu menjadi salah satu kendala dalam proses adaptasi awalnya di lingkungan baru. Meski begitu, ia tidak menganggap kendala bahasa sebagai persoalan besar dalam komunikasi sehari-hari bersama tim.
Menurutnya, hal itu merupakan bagian normal dari proses ketika seorang pemain pindah ke lingkungan dan negara yang berbeda. "Saya sedikit kesulitan dengan bahasa Inggris saya, jadi saya perlu meningkatkannya. Tentu awalnya saya mengalami sedikit kesulitan soal bahasa, tetapi saya pikir itu hal yang normal," tutur Rudzan.
Baca Juga: Persiapan secara Intens, PSS Sleman Gembleng Fisik dan Taktikal jelang Lawan Bali United
Di sisi lain, ia mulai menemukan kenyamanan melalui keberadaan pemain asing lain di skuad PSIM. Ia menyebut gelandang rekrutan baru PSIM yakni Adrian Purczycki, sebagai pemain yang paling dekat dengannya sejauh ini.
Keduanya sama-sama berasal dari kawasan Eropa Tengah dan memiliki latar budaya yang dinilai cukup berdekatan. "Saya paling dekat dengan Adrian karena dia dari Polandia. Budaya dan bahasa kami cukup mirip," ungkapnya.
Dalam beberapa pekan pertamanya bersama PSIM, Rudzan juga mulai berinteraksi dengan kultur lokal. Salah satunya ketika seluruh skuad mengikuti tradisi dan mengenakan busana Jawa untuk ritual ziarah, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju kompetisi.
Bagi Rudzan, pengalaman itu menjadi sesuatu yang baru. Ia menyambutnya sebagai bagian dari proses mengenal budaya tempatnya berkarier sekaligus membangun kedekatan dengan lingkungan klub.
"Hal itu menarik dan baru bagi saya. Jika itu merupakan tradisi dan sesuatu yang baik bagi budaya ini, tentu saya ingin mencobanya," ujar Rudzan. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja