Cerita Van Gastel Menyelami Budaya PSIM, Kenakan Busana Peranakan hingga Bertemu Sultan

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:18 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel (depan kiri) beserta tim PSIM mengenakan busana peranakan dalam agenda ritual PSIM berziarah ke makam raja-raja Mataram, Kotagede, Rabu (26/8/2026),
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel (depan kiri) beserta tim PSIM Jogja mengenakan busana peranakan dalam agenda ritual PSIM berziarah ke makam raja-raja Mataram, Kotagede, Rabu (26/8/2026),

JOGJA - Dua hari beruntun menjadi pengalaman kultural tersendiri bagi Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. Setelah mengenakan busana peranakan dalam agenda ritual PSIM berziarah ke makam raja-raja Mataram, Rabu (26/8), pelatih asal Belanda itu kemudian bertemu langsung Gubernur DIJ sekaligus Raja Keraton Jogja Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Kamis (27/8/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari agenda manajemen PSIM untuk sowan sekaligus memohon doa dan restu menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Dalam kesempatan itu, Van Gastel diperkenalkan kepada HB X bersama jajaran manajemen Laskar Mataram.

Bagi Van Gastel, pengalaman itu bukan sekadar agenda klub. Secara pribadi ia mengaku memang memiliki ketertarikan terhadap sejarah, dan melihat tradisi yang dijalankan PSIM sebagai bagian penting dari identitas Jogja.

Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Hantam Tiga Kendaraan dan Ruko di Jalan Magelang-Purworejo

"Menurut saya itu sangat bagus karena merupakan bagian dari budaya. Hal ini juga merupakan bagian dari sejarah," kata Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan, Kamis (27/8/2026).

Ketertarikannya terhadap sejarah semakin terasa ketika Van Gastel mengetahui latar belakang keluarga HB X dan kaitannya dengan sejarah sepak bola Indonesia. Ia akhirnya tahu bahwa ayah Sultan HB X atau HB IX sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran dan sejarah panjang terhadap tim PSIM.

"Saya sangat menyukai sejarah. Dan saya mendengar bahwa ayah beliau juga punya sejarah panjang dengan tim PSIM ini," ujarnya.

Karena itu, pertemuan dengan HB X menjadi pengalaman yang berkesan bagi Van Gastel. Ia melihat sosok Sultan bukan hanya dari perspektif sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan sejarah di Jogja.

"Itu sejarah yang saya sukai. Dan kalau Anda bisa bertemu dengan salah satu tokoh seperti itu, tentu merupakan sebuah kehormatan," tutur mantan pelatih Besiktas tersebut.

Baca Juga: Terjadi Lima Kali, Lampu Tol Jogja-Solo Kembali Digondol Maling: Kerugian Ditaksir Rp 4,6 Juta

Van Gastel sendiri mengaku tidak banyak terlibat dalam pembicaraan saat berada di komplek Kepatihan. Diakuinya, pertemuan berlangsung lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia, sehingga dirinya lebih banyak menjadi pendengar dan bagian dari delegasi PSIM.

"Tidak cukup banyak yang saya bahas, karena pembicaraannya menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, saya hanya menjadi penonton," kata Van Gastel sembari bergurau.

Pengalaman Van Gastel bersentuhan dengan budaya lokal memang tidak berhenti pada pertemuan dengan Sultan. Sehari sebelumnya, ia bersama seluruh elemen PSIM juga mengikuti agenda ritual menjelang musim baru dengan mengenakan busana tradisional.

Van Gastel menyambut positif tradisi ziarah tersebut. Menurutnya, agenda semacam itu menjadi cara untuk mengenal lebih jauh sejarah dan budaya yang melekat dengan PSIM.

Baca Juga: DIY Ingin Terus Jaga Kelestarian Pencak Silat

"Itu juga merupakan bagian dari sejarah Jogja. Kami punya sejarah yang panjang dan besar. Jadi, saya menyukai hal-hal seperti ini," ungkapnya.

Bagi Van Gastel, pengalaman itu menjadi bagian dari prosesnya mengenal PSIM secara lebih mendalam. Memasuki musim kedua Laskar Mataram di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, ia tidak hanya dituntut memahami karakter permainan dan skuad, tetapi juga berhadapan dengan klub yang memiliki keterikatan kuat dengan sejarah serta budaya Jogja.

Di tengah persiapan menuju musim baru, Van Gastel pun mengaku sangat menikmati  pengalaman itu. "Semuanya berjalan baik dan menyenangkan. Saya menikmati berbagai pengalaman baru itu," ulasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 ritual PSIM makam raja-raja Mataram PSIM Jean Paul van Gastel