Menuju Super League 2026/2027, Van Gastel Siapkan PSIM Sesuai Filosofi Permainan dan Profil Pemain

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel terus mematangkan fondasi tim untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027 yang sebentar lagi bergulir. Setelah menjalani musim pertamanya bersama Laskar Mataram dengan komposisi pemain telah terbentuk, ia kini punya kesempatan lebih besar untuk membangun skuad sesuai kebutuhan permainan yang diinginkan.

Bagi pelatih asal Belanda itu, membangun sebuah tim bukan sekadar mengumpulkan pemain dengan kualitas individu terbaik. Karakter dan profil pemain justru menjadi dasar untuk menentukan bagaimana sebuah tim akan bermain.

Pendekatan itu menjadi kelanjutan dari prinsip Van Gastel selama menangani PSIM. Sebelumnya, ia menegaskan tidak memberikan tempat utama secara cuma-cuma kepada pemain. Performa serta kecocokan dengan kebutuhan tim menjadi pertimbangan dalam menentukan susunan pemain.

Baca Juga: PSIM Jogja Siap Hadapi Deltras Sidoarjo saat Launching Tim dan Jersey, 29 Agustus di SSA 

"Profil pemain menentukan cara saya bermain. Jadi dengan pemain yang ada saat ini, situasinya juga bisa berbeda dengan musim lalu," ujar Van Gastel, Rabu (26/8/2026).

Situasi itu membuat persiapan menuju musim 2026/2027 memiliki pendekatan berbeda. Jika pada musim lalu Van Gastel harus menyesuaikan sistem dengan komposisi pemain yang sudah tersedia, kali ini ia dapat lebih awal menyampaikan kebutuhan teknis dan kebutuhannya kepada klub.

"Seperti yang saya katakan, saya ingin posisi tertentu dan kami mungkin bisa bermain seperti yang saya mau," jelasnya.

Baca Juga: PSIM Masuk 6 Besar Skuad Termahal Liga dengan Nilai Rp 84 M, Van Gastel Ingatkan Tak Ada Jaminan

Meski demikian, Van Gastel tidak memandang sistem permainan sebagai sesuatu yang kaku. Menurutnya, rencana permainan tetap harus mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan.

Ia mencontohkan, sebuah tim tidak selalu harus memainkan sepak bola terbaik secara estetika untuk bisa meraih kemenangan. Ketika pertandingan menuntut tim bertahan dan berjuang lebih keras, hal itu juga merupakan bagian dari cara untuk memenangkan laga.

"Kami punya rencana permainan dan coba bermain sesuai keinginan. Tapi kadang pertandingan berjalan berbeda. Misal kami tidak bermain bagus, tapi kami masih bisa berjuang dan bertahan dengan baik. Itu juga cara untuk menang," katanya.

Baca Juga: BKN Keluarkan Rekomendasi Penyelesaian Soal Atik Sudarmi

Pandangan itu mempertegas filosofi Van Gastel yang sebelumnya pernah menyatakan bahwa kemenangan tetap menjadi tujuan utama. Namun untuk mencapai hasil itu ia tidak ingin mengorbankan karakter pemain hanya demi memaksakan satu sistem tertentu.

Menurutnya, profil pemain tetap harus menjadi bagian penting dari sebuah perhitungan taktik. "Kekuatan yang dimiliki pemain perlu dimaksimalkan dan kelemahan harus diminimalkan melalui struktur permainan," jelasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 pelatih PSIM Jogja PSIM Belanda Jean Paul van Gastel