PSIM Jalani Uji Coba Lawan Garudayaksa FC, Van Gastel Soroti Daya Saing Internal Pemainnya

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:42 WIB
UJI COBA: Pemain PSIM Jogja Nermin Haljeta saat berdule dengan pemain Garudayaksa FC dalam sesi pertandingan uji coba antara PSIM Jogja melawan Garudayaksa FC di Lapangan YIS, Selasa (25/8) sore. (Dok. PSIM Jogja)
UJI COBA: Pemain PSIM Jogja Nermin Haljeta saat berduel dengan pemain Garudayaksa FC dalam sesi pertandingan uji coba antara PSIM Jogja melawan Garudayaksa FC di Lapangan YIS, Selasa (25/8) sore. (Dok. PSIM Jogja)

 

JOGJA - PSIM Jogja kembali memanfaatkan agenda pramusim untuk mematangkan kesiapan tim menjelang bergulirnya kompetisi resmi, BRI Super League 2026/2027. Kali ini, skuad asuhan Jean Paul Van Gastel menjalani pertandingan uji coba melawan Garudayaksa FC di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa (25/8) sore.

Agenda yang dimulai pukul 15.30 WIB itu berlangsung dalam format 45 menit x 2 babak, menyerupai durasi pertandingan resmi. Bagi Van Gastel, laga semacam ini bukan sekadar menguji hasil akhir, melainkan menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan fisik sekaligus penerapan skema permainan anak asuhnya.

"Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain bisa tampil 90 menit, mengasah stamina fisik, dan coba menerapkan skema permainan yang kami inginkan," ungkapnya.

Baca Juga: Tiga Pekan di Indonesia, Pemain PSIM Marvin Loria Suka Kuliner Lokal tapi Kaget dengan Lalin Jogja

Dari sisi taktik, pelatih asal Belanda itu menyebut tidak ada perubahan berarti dibandingkan pertandingan-pertandingan pramusim sebelumnya. PSIM tetap berusaha menjalankan pola permainan yang telah dipersiapkan.

"Tidak ada, strateginya tetap sama. Hanya saja, seperti yang sudah saya sampaikan, tujuan laga persahabatan selalu serupa," ungkapnya.

Namun, di balik evaluasi teknis itu, Van Gastel justru memberikan perhatian khusus terhadap persaingan antarpemain di skuad Laskar Mataram. Menurutnya, salah satu pekerjaan penting yang kini harus segera diselesaikan adalah menentukan komposisi tim utama.

"Namun, hal yang paling penting bagi saya, dan menurut saya beberapa pemain mulai melupakannya, adalah saya harus memilih tim utama," ujarnya.

Memasuki fase akhir pramusim, Van Gastel menginginkan setiap pemain menunjukkan alasan mengapa mereka layak mendapatkan tempat di starting XI. Ia menilai kompetisi internal dalam skuad PSIM justru mulai kehilangan intensitas.

Baca Juga: Komitmen PSIM Jogja Evaluasi Akses Tiket, Berharap Lebih Mudah dan Aksesibel untuk Penonton

"Secara keseluruhan, saya merasa beberapa pemain justru memudahkan saya dalam menentukan pilihan itu, dan hal itu yang sedikit mengkhawatirkan saya," keluhnya.

Van Gastel kemudian menjelaskan, persoalannya bukan semata-mata soal kemampuan individu, melainkan bagaimana para pemain saling mendorong untuk memberikan performa terbaik. Dengan waktu menuju kompetisi resmi yang semakin dekat, ia ingin persaingan tersebut kembali muncul di dalam tim.

"Ada hal yang belum saya sebutkan dan tampaknya belum disadari beberapa pemain, saya harus menyusun skuad. Tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain," paparnya.

Bagi Van Gastel, situasi itu menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Ia berharap para pemain bisa meningkatkan mentalitas sekaligus kedisiplinan agar persiapan menuju kompetisi tidak hanya matang dari sisi taktik dan fisik. "Harus diakui. Banyak sekali yang perlu diperbaiki," tambahnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
garudayaksa fc Van Gastel uji coba Yogyakarta Independent School PSIM Jogja