Misi Manajemen PSIM Mulai Intensifkan Dialog dengan Suporter, Iksan: Kita Jemput Bola

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Jajaran manajerial di manajemen PSIM Jogja. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Jajaran manajerial di manajemen PSIM Jogja. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Dalam musim kedua di kasta tertinggi sepak bola Indonesia yakni BRI Super League, berbagai evaluasi terus dilakukan manajemen PSIM Jogja. Salah satunya kini mulai membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan para suporter. 

Manajer tim PSIM Iksan Mahar menyebut, dalam sebulan terakhir pihaknya sudah beberapa kali menggelar pertemuan dan berdiskusi langsung bersama perwakilan suporter.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya manajemen menjembatani komunikasi dengan kelompok suporter. Terutama di tengah adanya keresahan mengenai akses diskusi dengan manajemen klub.

Iksan mengatakan, pertemuan dengan suporter bahkan dilakukan dengan pendekatan jemput bola. Salah satunya berlangsung menjelang agenda launching PSIM.

Baca Juga: Tiga Pemain Pilar PSS Sleman Mulai Membaik dari Cedera

"Setidaknya, dalam sebulan ini sudah dua kali kumpul sama suporter. Diskusi dan sudah ngobrol dengan suporter," kata Iksan, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, komunikasi dengan suporter ke depan akan terus diupayakan lebih aktif. Manajemen juga membuka kemungkinan kembali menggelar forum serupa ketika kompetisi nantinya memiliki jeda.

"Jadi memang kita akan coba aktif berkomunikasi. Termasuk yang mau launching, kita yang jemput bola. Kita yang ajak, undang teman-teman suporter buat ngobrol," ujarnya.

Meski demikian, Iksan menyadari padatnya agenda kompetisi membuat manajemen tidak bisa menjanjikan pertemuan secara rutin dalam waktu dekat. Dia berharap kesempatan untuk kembali berdiskusi bisa dimanfaatkan ketika terdapat jeda kompetisi.

Baca Juga: Para Pemain Baru PSS Sleman Sudah Menyatu dengan Filosofi Pieter Huistra

"Semoga kalau nanti sudah ada waktu, ya syukur-syukur misalkan di Januari ketika banyak libur atau matchday, kita bisa update lagi," katanya.

Di sisi lain, Iksan menegaskan, keterbukaan informasi antara manajemen dan suporter tetap membutuhkan batasan. Menurutnya, ada informasi tertentu yang disampaikan dalam ruang diskusi dengan ekspektasi agar tidak langsung dibawa ke ruang publik sebelum diumumkan secara resmi oleh klub.

"Cuma memang kita pengin beberapa itu di ranah suporter. Karena, ada kekhawatiran apa yang kita bicarakan di ranah privat itu keluar ke publik. Nah, itu yang tidak kita mau sebenarnya," ucapnya.

Karena itu, Iksan menilai kepercayaan menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi antara manajemen dan suporter. Manajemen, kata dia, berusaha membuka diri dan memberikan informasi yang dibutuhkan suporter, tetapi keterbukaan itu juga harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk menjaga informasi.

Baca Juga: Sabar Riadi Ingin Lawan Stigma Mistis Rumah Pocong Sumi Kotagede dengan Semangkuk Dawet

"Saya di manajemen coba membuka diri. Teman-teman butuh info apa kita kasih, dengan harapan teman-teman juga bisa menjaga kepercayaan itu dan tidak menyebar ke mana-mana," tutur Iksan.

Dia bahkan mengingatkan, keterbukaan manajemen bisa kembali terbatas apabila informasi dari forum internal justru beredar sebelum waktunya, atau sebelum diumumkan resmi dari manajemen.

Iksan berharap komunikasi yang dibangun secara bertahap itu dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat antara manajemen dan suporter.

"Kalau mau saling percaya, ya kita benar-benar saling terbuka. Tapi ketika ada indikasi seperti itu, ya sorry to say, akhirnya ketika manajemen kembali tertutup lagi, aku juga nggak bisa apa-apa," ujarnya mengingatkan. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Iksan Mahar Suporter matchday BRI Super League PSIM Jogja