Van Gastel Waspadai Sekaligus Kritisi Jadwal Padat Super League, PSIM Harus Siapkan Kedalaman Skuad

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:03 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menilai jadwal BRI Super League 2026/2027 bakal menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Bukan hanya karena persaingan yang diprediksi semakin ketat dibanding musim lalu, tetapi juga lantaran distribusi jadwal pertandingan yang menurutnya tidak ideal.

Sebagai konteks, BRI Super League musim ini akan dimulai 4 September mendatang. Van Gastel menyoroti adanya periode pertandingan yang sangat padat, terutama pada November dan Desember. Kondisi itu semakin kompleks dengan masuknya kompetisi baru, League Cup, ke dalam kalender musim ini.

Ketika dimintai keterangan mengenai jadwal kompetisi musim ini, Van Gastel langsung menyebutnya sebagai sesuatu yang gila. Menurutnya, agenda tim nasional memang membuat sejumlah pertandingan liga harus ditunda.

Baca Juga: Karhutla Jateng Tembus 232 Kasus, Warga Diminta Waspada

Namun pertandingan yang tertunda kemudian berpotensi menumpuk pada periode tertentu. "Harus diakui, kita akan menghadapi jadwal pertandingan yang gila," katanya, Senin (24/8/2026).

Pelatih asal Belanda ini memahami penundaan pertandingan karena agenda internasional. Namun persoalan muncul ketika kompetisi kembali berjalan dengan jumlah pertandingan yang sangat padat dalam waktu singkat.

"Akan ada agenda Timnas, sehingga liga ditunda, dan itu normal. Kemudian pada Januari ada Piala Asia, sehingga liga kembali ditunda," ujarnya.

Menurut Van Gastel, persoalan bukan terletak pada penundaan itu. Melainkan pada konsekuensi dari perubahan kalender yang membuat sejumlah pertandingan harus dimainkan dalam periode berdekatan. Apalagi, musim ini klub juga harus mempertimbangkan tambahan pertandingan di League Cup.

Baca Juga: Polres Magelang Kota Telusuri Video Anak di Rindam, Sudah Damai karena Mengidap Autisme

"Ada periode kami harus memainkan banyak laga di waktu singkat, dan saat yang sama ada League Cup juga. Kalau lihat jadwal, November dan Desember itu gila. Januari kami tidak bermain, sementara di Maret hanya ada dua laga," tuturnya.

Kondisi itu menjadi perhatian tersendiri bagi Van Gastel karena padatnya pertandingan berpotensi memberikan tekanan besar terhadap kondisi fisik pemain. Risiko kelelahan hingga cedera juga menjadi persoalan yang harus diantisipasi setiap klub.

Sebelumnya, Van Gastel menempatkan aspek fisik sebagai salah satu fokus utama PSIM dalam persiapan menghadapi musim baru. Terlebih, kompetisi musim ini diprediksi lebih kompetitif dengan kehadiran sejumlah tim promosi yang memiliki kekuatan finansial untuk membangun skuad.

Baca Juga: Warga Garongan Geruduk Polres Kulon Progo, Pertanyakan Penanganan Kasus Pungli Lurah Garongan

Kehadiran League Cup juga membuat kedalaman skuad menjadi salah satu pertimbangan PSIM. Van Gastel bahkan membuka kemungkinan penambahan pemain lokal untuk mengantisipasi padatnya pertandingan, meski komposisi skuad saat ini dinilai cukup untuk kondisi normal.

Ia menilai situasi kalender musim ini bukan sekadar persoalan jumlah pertandingan, melainkan bagaimana klub mengelola pemain di tengah jadwal yang tidak merata. "Saya tidak tahu apakah sebelumnya pernah terjadi seperti ini. Tetapi bagi saya, ini adalah situasi yang gila," tegasnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 League Cup Jean Paul van Gastel Piala Asia PSIM Jogja