JOGJA - Sebanyak 49 pelatih telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Peningkatan Kompetensi Pelatih dalam Menyusun Goal Setting dan Self Confidence bagi pelatih Pelatda A dan B National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Rapat NPCI DIY, Sabtu (22/8/2026).
Ketua panitia Rumpis Agus Sudarko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sebuah pengabdian sekaligus menjadi upaya peningkatan kapasitas para pelatih olahraga disabilitas di DIY.
Para pelatih yang ikut, 24 pelatih A dan 25 pelatih B. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan tujuan program latihan serta penguatan kepercayaan diri dalam menjalankan tugas sebagai pelatih.
Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Masih Petakan Starting Eleven Timnya
Meski Pekan Paralimpik Nasional masih akan berlangsung 2028 nanti, bagi Rumpis pelatihan ini perlu diadakan sejak jauh-jauh hari. Baginya, para pelatih perlu diberikan refreshing atau pun bekal dalam hal menyusun program latihan. "Mudah-mudahan kerja sama ini tidak hanya sampai ada di kegiatan ini saja," cetusnya.
Sementara Ketua Umum NPCI DIY Sudartatik mengucapkan terima kasih kepada FIKK UNY yang telah menjembatani dan memfasilitasi terselenggaranya program yang sangat penting tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan NPCI DIY menjadi wujud nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga disabilitas di DIY.
Apalagi, lanjut Sudartatik, saat ini NPCI DIY sendiri sedang menjalankan agenda pembinaan atlet secara berkelanjutan melalui dua program utama, yaitu Pelatda A dan Pelatda B. Di mana Pelatda A mengakomodir atlet-atlet senior dan atlet elit DIY dengan orientasi utama menghadapi Peparnas 2027.
Baca Juga: Jadi Pusat Kuliner, Latar Rejo Diluncurkan; Geliatkan UMKM Lokal di Kelurahan Tegalrejo Jogja
Program tersebut telah berjalan sejak bulan Maret dan akan berlangsung hingga Desember 2026, sebagai bagian dari proses pembinaan prestasi yang terstruktur dan berkesinambungan.
Sementara, Pelatda B menjadi wadah pembinaan bagi atlet-atlet junior, khususnya jebolan program Talent Scouting NPC Indonesia dan atlet-atlet unggulan hasil Pelatkab dari kabupaten/kota se-DIY. Program ini dimulai Agustus hingga Desember 2026 sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan regenerasi atlet prestasi DIY.
Oleh karena itu, NPCI DIY ingin peran pelatih tidak hanya sebatas menyusun program latihan teknis dan fisik. Pelatih juga dituntut memiliki kemampuan menyusun goal setting yang terarah, realistis, dan terukur, sekaligus membangun self confidence, baik pada diri pelatih sendiri maupun kepada atlet yang dibinanya.
"Mental yang kuat dan tujuan yang jelas merupakan fondasi penting dalam mencetak prestasi olahraga," katanya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja