JOGJA - Menjelang bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/2027, PSIM Jogja terus mematangkan persiapan. Laskar Mataram tercatat telah mengarungi lima laga uji coba yakni kontra Beta Jaya, UAD, Bhayangkara FC, Persekabpas Pasuruan, hingga Bali United.
Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel mengatakan, deretan laga uji coba itu memang sangat penting bagi timnya. Menurutnya, melalui pertandingan persahabatan itu tim pelatih dapat melihat sejauh mana kondisi tim, terutama dari sisi fisik.
"Seperti yang saya katakan musim lalu, hasil di pramusim tidak terlalu penting. Tapi itu penting untuk bagaimana kami memainkan gaya bermain yang diinginkan," jelasnya, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: Jadi Pusat Kuliner, Latar Rejo Diluncurkan; Geliatkan UMKM Lokal di Kelurahan Tegalrejo Jogja
Pelatih asal Belanda ini ingin membentuk fondasi internal tim terlebih dahulu sebelum terjun ke medan pertempuran kompetisi yang sesungguhnya, mulai 4 September 2026. "Yang lebih penting adalah chemistry antarpemain, kondisi fisik, cara kami saling memperlakukan, serta budaya tim yang ingin dibangun," tegasnya.
Oleh karena itu, dalam masa pramusim ini, Van Gastel memanfaatkan setiap laga uji coba untuk mengevaluasi kombinasi pemain di atas lapangan. Di mana pelatih berusia 54 tahun ini selalu memberi kesempatan tampil bagi seluruh penggawa demi memetakan kerangka terbaik starting eleven-nya nanti.
"Hubungan antarpemain, siapa yang cocok satu sama lain dalam sistem permainan yang ingin kami terapkan. Saya harus membuat keputusan yang adil mengenai siapa yang akan masuk starting eleven," tuturnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja