Pelatih PSS Pieter Huistra Buka Kemungkinan Pakai Dua Striker Sekaligus untuk Lini Depan Timnya

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:04 WIB
 Pieter Huistra Direktur Teknik PSS Sleman
Pieter Huistra Direktur Teknik PSS Sleman

 

SLEMAN - Teka-teki skema lini depan PSS Sleman untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 perlahan mulai terkuak. Pelatih Super Elja Pieter Huistra telah memberi sinyal kuat untuk merombak formula penyerangan dengan melirik opsi penggunaan skema dua striker sekaligus.

​Langkah ini terbilang menarik. Pasalnya, sepanjang kompetisi Championship musim 2025/2026 lalu, juru taktik asal Belanda tersebut cenderung kokoh pada pakem tunggal dengan menempatkan Gustavo Tocantins sebagai ujung tombak utama. 

Namun dengan datangnya beberapa amunisi anyar di lini depan untuk musim kali ini, membuat komposisi sektor gedor Laskar Sembada kini jauh lebih melimpah.

Baca Juga: PSS Sleman Lepas M Kanu ke Persiku Kudus secara Permanen

Diketahui ​saat ini PSS telah resmi mengantongi tiga nama juru gedor. Selain Gustavo Tocantins dan bomber asing anyar Matheus Fornazari, tim yang lahir pada 20 Mei 1976 silam itu juga ditopang penyerang berlabel Timnas Indonesia, Dimas Drajad.

Oleh karena itu, Huistra mengaku tidak menampik kemungkinan untuk menduetkan para juru gedornya di atas lapangan sejak menit awal saat kompetisi Super League musim 2026/2027 berlangsung.

"Karena dibandingkan musim lalu, kami memiliki jauh lebih banyak pemain yang bisa mencetak gol," ucapnya, Minggu (23/8).

Mantan pelatih Borneo FC itu menilai, melimpahnya opsi pencetak gol di dalam skuadnya dapat membuka ruang taktik yang lebih fleksibel. 

Sehingga opsi menggunakan dua striker dinilainya sangat logis untuk diterapkan dalam beberapa skenario pertandingan. Tapi itu tetap tergantung bagaimana chemistry para pemain tersebut.

"Itu sebuah kemungkinan. Jika ada chemistry di antara mereka dan mereka juga siap membantu bertahan, maka dua striker di depan bisa menjadi sebuah pilihan," lontarnya.

Baca Juga: Hiromu Tanaka Ingin Kumpulkan Banyak Kemenangan untuk PSS Sleman

Tak hanya itu, sinyal eksperimen formasi tersebut juga kian menguat seiring performa impresif yang ditunjukkan Matheus Fornazari dalam beberapa laga uji coba pramusim. Penyerang asal Brasil itu dinilai tidak membutuhkan waktu lama untuk menyatu dengan skema permainan PSS.

Apalagi Matheus Fornazari telah mencetak doa gol dari tiga laga uji coba yang telah dilakoni, satu saat melawan Kendal Tornado FC dan satu lagi saat menghadapi PSM Makassar.

Oleh karena itu, Huistra tidak menutup kemungkinan striker bertubuh jangkung itu nanti akan berduet dengan top skor PSS musim lalu, Gustavo Tocantins untuk mengarungi Super League musim 2026/2027 nanti. "Fornazari, dia mencetak gol yang sangat bagus,"  ujarnya. (ayu/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
striker PSS Sleman Super League pieter huistra