Uji Coba Melawan Bali United Jadi Ujian Fisik dan Finishing Skuad PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:23 WIB
JELANG KOMPETISI: Sesi uji coba pramusim antara PSIM Jogja melawan Bali United di Stadion Mandala Krida Jogja, Sabtu (22/8/2026). (Dokumentasi PSIM Jogja)
JELANG KOMPETISI: Sesi uji coba pramusim antara PSIM Jogja melawan Bali United di Stadion Mandala Krida Jogja, Sabtu (22/8/2026). (Dokumentasi PSIM Jogja)

JOGJA - PSIM Jogja mendapat sejumlah catatan penting dari pertandingan uji coba pramusim melawan Bali United FC di Stadion Mandala Krida Jogja, Sabtu (22/8/2026). Salah satu pekerjaan rumah Laskar Mataram yang disorot Pelatih Jean Paul Van Gastel adalah efektivitas penyelesaian peluang.

Pertandingan uji coba itu berlangsung dalam format dua babak masing-masing 45 menit, kemudian dilanjutkan satu babak tambahan berdurasi 30 menit. PSIM menurunkan komposisi pemain berbeda pada 90 menit pertama dan babak tambahan.

Van Gastel menilai, permainan serta organisasi pertahanan timnya sudah menunjukkan perkembangan positif. Namun persoalan fisik mulai terlihat setelah pertandingan berjalan 90 menit.

Baca Juga: Semarak Jogja Fashion Carnival 2026 Meriahkan Malioboro, Mahasiswa Asing Ikut Berparade

"Menurut saya, kami bermain dengan baik. Di akhir pertandingan 90 menit, kami mengalami beberapa kendala fisik. Tapi, hal itu wajar karena persiapan Bali United dimulai dua minggu lebih awal dari kami," ungkapnya.

Menurut Van Gastel, secara umum cara bermain dan pertahanan PSIM sudah sesuai dengan rencana yang disiapkan tim pelatih. Ia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang mendapat kesempatan tampil pada babak tambahan.

"Secara keseluruhan saya puas dengan cara bermain dan cara bertahan yang kami terapkan. Saya puas dan untuk para pemain yang tampil di babak akhir," tambahnya.

Di sisi lain, kemampuan PSIM dalam memaksimalkan peluang masih menjadi perhatian Van Gastel. Ia menyebut timnya memiliki sejumlah kesempatan emas, termasuk situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang.

Baca Juga: Iklan Rokok Muncul di Jalan Protokol, Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Desak Pembongkaran

"Ada momen berhadapan satu lawan satu dengan kiper sebanyak dua atau tiga kali. Peluang-peluang itu harusnya berbuah gol. Karena itu, saya rasa dalam hal itu kami masih harus berbenah. Meski menciptakan banyak peluang di babak akhir, kami tidak mampu menyelesaikannya dengan baik," ujarnya.

Catatan itu menjadi evaluasi tersendiri bagi PSIM menjelang pertandingan uji coba berikutnya. Van Gastel berencana melakukan rotasi menit bermain agar pemain yang belum mendapat kesempatan tampil penuh pada laga kali ini bisa merasakan durasi pertandingan yang sama.

"Pertandingan berikutnya, giliran pemain lain yang akan bermain selama 90 menit. Ini penting agar mereka juga mendapat menit bermain yang sama. Tentu akan menjadi tantangan bagi mereka untuk bermain selama 90 menit, seperti halnya para pemain yang tampil hari ini. Namun, itu yang saat ini mereka butuhkan," tuturnya.

Baca Juga: Budaya Kustom di Jogja Makin Berkembang, Event Jadi Ruang Temu antara Builder dan Konsumen

Selain aspek teknis dan fisik, kondisi pertandingan yang digelar mulai pukul 10.00 juga menjadi tantangan tersendiri. Waktu pertandingan itu disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan Bali United.

"Jadwal ini disesuaikan karena situasi dari Bali United soal jadwal perjalanan mereka. Suhu udara memang cukup tinggi dan cuaca sangat panas. Saya tahu pertandingan ini sangat berat bagi pemain, tetapi tim lawan pun menghadapi kendala yang sama," tandas Van Gastel. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
bali united fc Mandala Krida Jogja Van Gastel PSIM Jean Paul van Gastel