Waspadai Musim Kedua PSIM Jogja di Super League,  Iksan Mahar  Sebut Tantangannya Lebih Sulit

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:18 WIB
Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - PSIM Jogja menyadari tantangan yang dihadapi pada musim kedua berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia atau BRI Super League 2026/2027 bakal berbeda dibandingkan musim debutnya. Setelah sukses melewati musim pertama sebagai tim promosi, Laskar Mataram kini dituntut mampu mempertahankan eksistensinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan, musim kedua menjadi tantangan tersendiri karena PSIM tidak lagi berstatus sebagai tim promosi. Menurutnya, secara umum musim kedua kompetisi justru bisa lebih sulit dibandingkan musim pertama.

"Orang menganggap sebenarnya musim kedua biasanya jauh lebih sulit dibanding ketika kita pegang predikat sebagai tim promosi," kata Iksan, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Van Gastel Rasakan Atmosfer Skuad PSIM Tetap Positif, Harap Kekompakan Musim Lalu Bisa Berlanjut

Iksan menilai PSIM masih tergolong baru dalam persaingan di level Super League. Kendati memiliki sejarah panjang sebagai salah satu klub tertua dan salah satu pendiri PSSI, kini PSIM baru memasuki musim kedua setelah promosi ke kasta tertinggi.

"Kita tahu secara historis PSIM salah satu tim tertua, salah satu tim pendiri PSSI, tapi dalam proses persaingan kita juga sebenarnya masih sangat baru di Super League. Baru menjalankan musim kedua," ujarnya.

Karena itu, PSIM tidak ingin memasang target yang terlalu muluk pada musim 2026/2027. Iksan menyebut target realistis tim adalah memastikan PSIM tetap bertahan di Super League dengan kondisi yang lebih nyaman.

Baca Juga: Siswa MI YAPPI Natah Kembali Belajar Normal

"Target kita meskipun ambisi tentu berharap lebih baiklah. Setidaknya kita kekal dulu di Super League," katanya.

Meski demikian, Iksan menegaskan PSIM tetap memiliki ambisi untuk meraih capaian lebih tinggi apabila perjalanan kompetisi berjalan sesuai harapan. Namun, manajemen memilih menjalani musim secara bertahap dan tidak membebani tim dengan target yang terlalu jauh.

"Bertahan dengan nyaman. Kalau seandainya bisa lebih, ya alhamdulillah," tegasnya.

Baca Juga: Masuk Pidana Berat, Polda DIY Nilai Korupsi TKD Condongcatur Bisa Pidana tanpa Sanksi Administratif

Menurut Iksan, fokusnya sebagai manajer tim adalah memastikan seluruh kebutuhan sepak bola PSIM dapat mendukung pemain tampil maksimal di lapangan. Ia mengibaratkan perannya seperti orang di belakang panggung yang menyiapkan para pemain agar dapat memberikan penampilan terbaik.

PSIM pun memilih membangun perjalanan musim 2026/2027 secara bertahap. Bagi manajemen, keberhasilan mempertahankan tempat di Super League menjadi fondasi sebelum berbicara mengenai target yang lebih tinggi.

"Tupoksi tetap bagaimana melihat permainan, saya berusaha di belakang layar untuk menyajikan penampilan pemain di atas lapangan, yang baik, sebaik mungkin," jelas Iksan. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
BRI Super League 2026/2027 Iksan Mahar PSIM Super League Laskar Mataram