JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menilai atmosfer internal timnya sejauh ini tetap positif selama menjalani persiapan menuju kompetisi BRI Super League 2026/2027. Meski komposisi skuad mengalami sejumlah perubahan, energi dan kebersamaan pemain dirasakan masih kompak dan terjaga.
Penilaian itu disampaikan Van Gastel setelah tim menjalani serangkaian latihan pramusim selama sekitar satu bulan. Menurutnya, suasana yang terbentuk di dalam skuad saat ini tidak jauh berbeda dengan musim lalu. "Suasananya bagus. Bisa dikatakan sama seperti musim lalu. Sangat positif dan pemain penuh energi," ujarnya , Jumat (21/8/2026).
Saat ini Van Gastel memang masih memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk menunjukkan kemampuan masing-masing selama pramusim. Selain melihat aspek taktikal dan kondisi fisik, pelatih asal Belanda ini juga menjadikan periode tersebut untuk mengamati hubungan antarpemain.
Baca Juga: Cewek Kakak Beradik Pembakar MI YAPPI Natah Gunungkidul, Polisi Ungkap Motif Dendam Perundungan
Baginya, membangun kekompakan tidak kalah penting dibandingkan mengejar hasil pertandingan uji coba. Sebab, PSIM akan menghadapi kompetisi yang lebih kompetitif pada musim ini dengan tantangan tambahan berupa League Cup serta jadwal pertandingan yang padat.
"Pada akhirnya saya harus membuat keputusan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Menarik untuk melihat bagaimana tim merespons situasi tersebut," katanya.
Van Gastel berkaca pada pengalamannya bersama PSIM musim lalu. Ketika harus menentukan pemain yang masuk dalam starting eleven, ia menilai skuad mampu menjaga hubungan internal dan tetap bekerja sebagai sebuah kesatuan.
Baca Juga: Insiden Tendangan Kungfu Kembali Terjadi, Asprov PSSI DIY Desak Ada Sanksi ke Pemain dan Wasit
"Musim lalu sangat bagus. Kami satu tim dan semua orang menjalankan tugas dengan sangat baik. Saya berharap hal itu bisa terus berlanjut," tuturnya.
Karena itu, Van Gastel tidak ingin proses pramusim hanya diukur melalui hasil pertandingan. Ia lebih menaruh perhatian pada terbentuknya karakter dan kultur tim sebelum PSIM benar-benar memasuki persaingan kompetitif.
Dengan sejumlah pemain baru yang masuk ke dalam skuad, proses menyatukan karakter permainan menjadi salah satu pekerjaan Van Gastel sebelum kompetisi resmi bergulir. Ia masih memiliki waktu untuk menentukan komposisi terbaik sekaligus memastikan atmosfer positif yang terbentuk sejak pramusim dapat bertahan ketika tekanan kompetisi mulai meningkat
"Bagi saya, pramusim lebih kepada chemistry antarpemain, kondisi fisik, dan bagaimana kami memperlakukan satu sama lain," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja